Kalselinside.com — Penyerang sayap tim nasional Inggris, Anthony Gordon, melontarkan kritik terbuka terkait arah taktik yang sedang diterapkan oleh skuad The Three Lions. Ia secara tegas meminta timnya untuk berhenti mencoba meniru gaya permainan Spanyol yang mengandalkan penguasaan bola dominan. Menurut Gordon, gaya tersebut bukanlah identitas asli sepak bola Inggris yang selama ini dikenal memiliki keunggulan karakteristik berbeda.
Pernyataan ini muncul menjelang laga krusial antara Inggris dan Spanyol yang dijadwalkan berlangsung di Wembley akhir pekan ini. Pertemuan tersebut menjadi ajang pembuktian bagi Inggris setelah mengalami perjalanan yang cukup menantang dalam turnamen besar sebelumnya, termasuk kekalahan menyakitkan dari Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026.
Pentingnya Mengembangkan Identitas Tim Sendiri
Gordon merasa bahwa mencoba mengadopsi pendekatan negara lain, dalam hal ini Spanyol, justru akan membatasi potensi asli para pemain Inggris. Berdasarkan pengalamannya berkarier di Spanyol, ia memahami bahwa kualitas pemain Inggris sebenarnya sangat baik, namun memiliki spesialisasi yang tidak bisa dipaksakan ke dalam pola permainan tim lawan. Ia berpendapat bahwa Inggris seharusnya mulai membangun pola permainan yang berbasis pada kelebihan alami pemain mereka sendiri, bukan sekadar meminjam filosofi dari luar negeri.
Selama berkarier di LaLiga, Gordon mengaku mendapatkan wawasan mendalam mengenai perbedaan pendekatan sepak bola di kedua negara tersebut. Ia mengakui bahwa cara pemain Spanyol menguasai bola sangat unik dan terbentuk melalui proses pendidikan sepak bola yang sistematis sejak usia dini. Bahkan, Gordon sering merasa takjub sekaligus bingung dengan pengambilan keputusan para pemain Spanyol di lapangan yang menurutnya sulit dipahami oleh pemain dengan latar belakang pendidikan sepak bola Inggris.
Menjadikan Pengalaman Pahit Sebagai Pelajaran
Terkait performa tim nasional di turnamen besar, Gordon tidak melihat masa lalu sebagai hambatan, melainkan sebagai fondasi untuk berkembang. Kekalahan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 dianggapnya sebagai sebuah ‘bekas luka’ yang justru berharga. Ia percaya bahwa rasa sakit dari kegagalan tersebut dapat menjadi pemicu motivasi bagi tim untuk meraih kemenangan di turnamen-turnamen mendatang.
Laga di Wembley nanti akan menjadi momen penting bagi skuad Inggris untuk mengevaluasi kembali filosofi permainan mereka. Pertandingan ini tidak hanya sekadar uji coba, melainkan kesempatan bagi Inggris untuk menunjukkan apakah mereka mampu menerapkan gaya permainan yang lebih efektif dengan memanfaatkan keunggulan fisik dan taktik yang menjadi ciri khas mereka. Dengan fokus pada pengembangan karakter tim yang otentik, Gordon berharap Inggris bisa lebih kompetitif dan tidak lagi terjebak dalam upaya meniru negara lain yang memiliki karakteristik dasar yang sangat berbeda.
Harapan Gordon mencerminkan keinginan banyak pihak agar tim nasional Inggris dapat tampil lebih percaya diri dengan identitas mereka. Ke depannya, konsistensi dalam menerapkan taktik yang sesuai dengan kualitas individu pemain diyakini menjadi kunci utama agar The Three Lions dapat bersaing secara maksimal di kancah sepak bola internasional dan mengakhiri penantian mereka untuk meraih gelar juara.


