Kalselinside.com — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan komitmennya dalam kancah internasional dengan mengirimkan 140 personel kepolisian terbaik. Ratusan personel yang tergabung dalam Kontingen Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 8 Minusca ini resmi dilepas untuk mengemban misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bangui, Afrika Tengah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Upacara pelepasan pasukan perdamaian ini dipimpin langsung oleh Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri, Irjen Pol. Untung Widyatmoko, di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, pada hari Kamis. Kontingen ini terdiri dari 114 polisi laki-laki (polki) dan 26 polisi wanita (polwan) yang telah melewati seleksi ketat serta pelatihan intensif.

Fokus Tugas dan Tantangan Keamanan di Bangui

Pasukan FPU 8 Minusca ini dikirim untuk menggantikan kontingen sebelumnya, yaitu FPU 7, yang telah menyelesaikan masa tugas mereka. Di tempat penugasan yang baru, para personel dihadapkan pada situasi politik yang dinamis serta tantangan keamanan yang cukup tinggi di wilayah Bangui.

Tugas utama yang diemban oleh para personel Polri ini meliputi perlindungan warga sipil serta menjaga stabilitas keamanan politik setempat. Kehadiran polwan dalam kontingen ini juga diharapkan dapat mempermudah pendekatan humanis kepada masyarakat lokal, khususnya perempuan dan anak-anak yang rentan menjadi korban konflik.

“Fokusnya tentu saja menjadi tugas utama mereka untuk protection civilian, menjaga stabilitas keamanan politik di Bangui yang saat ini masih belum stabil,” ujar Kadivhubinter Polri Irjen Pol. Untung Widyatmoko.

Indonesia sendiri memiliki reputasi yang sangat baik dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia. Saat ini, Indonesia tercatat sebagai negara kontributor terbesar kelima untuk pasukan perdamaian PBB, sebuah pencapaian yang menegaskan dedikasi aktif negara dalam diplomasi internasional dan kemanusiaan.

Masa Persiapan dan Skema Pemberangkatan Pasukan

Sebelum diberangkatkan ke medan tugas, seluruh personel telah menjalani persiapan yang sangat matang. Komandan Satgas FPU 8 Minusca, Kombes Pol. Alex Frestian Lumban Tobing, menjelaskan bahwa para anggotanya telah melaksanakan latihan praoperasi selama tujuh bulan di Pusat Misi Internasional Polri yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan. Latihan ini mencakup taktik kepolisian, ketahanan fisik, penguasaan bahasa asing, hingga pemahaman budaya lokal di Afrika Tengah.

Proses pemberangkatan pasukan akan dibagi menjadi dua gelombang utama demi kelancaran transisi tugas di lapangan. Gelombang pertama yang terdiri dari tim pendahulu (advance team) sebanyak 14 personel dijadwalkan berangkat terlebih dahulu pada hari Sabtu (3/10). Tim ini bertugas untuk melakukan serah terima aset, koordinasi awal, dan membangun komunikasi dengan berbagai komponen misi di Bangui.

Sementara itu, sisa 126 personel lainnya akan menyusul satu pekan kemudian untuk melakukan rotasi secara menyeluruh dengan personel FPU 7 yang akan pulang ke tanah air. Penugasan internasional ini direncanakan berlangsung selama satu tahun penuh.

“Dalam kesempatan ini, kami berharap doa restu dari seluruh masyarakat Indonesia agar kami, 140 personel, dapat mewakili Polri melaksanakan penugasan di kancah internasional dan dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara di penugasan internasional,” tutur Kombes Pol. Alex Frestian Lumban Tobing.

Pengiriman Kontingen Garuda Bhayangkara FPU 8 Minusca ini tidak hanya menjadi bukti profesionalisme Polri di tingkat global, tetapi juga mencerminkan peran aktif Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia yang abadi dan adil sesuai amanat konstitusi. Dukungan dari masyarakat Indonesia diharapkan dapat menjadi kekuatan moral bagi para personel selama menjalankan tugas mulia ini di Afrika Tengah.