Kalselinside.com — Bupati Banjar Saidi Mansyur secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XLIX Tingkat Kabupaten Banjar yang dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Martapura Timur, Sabtu. Perhelatan keagamaan tahunan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, untuk memperkuat syiar Islam serta mempererat tali silaturahmi antarwarga di seluruh wilayah kecamatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rangkaian Pembukaan dan Semarak MTQ XLIX Banjar

Pelaksanaan MTQ XLIX Tingkat Kabupaten Banjar tahun ini mencatatkan antusiasme yang sangat tinggi dari seluruh lapisan masyarakat. Sebanyak 725 peserta dari 20 kecamatan se-Kabupaten Banjar dipastikan siap bersaing dalam ajang syiar Islam ini. Seluruh qari dan qariah terbaik dari daerah masing-masing akan berkompetisi pada 28 cabang musabaqah yang dijadwalkan berlangsung hingga 4 Agustus 2026.

Prosesi pembukaan acara keagamaan ini berlangsung meriah dan sarat makna kebudayaan Islami. Bupati Banjar Saidi Mansyur menandai dibukanya gelaran ini secara simbolis melalui pemukulan terbang. Selain itu, sebagai bentuk komitmen dalam mendukung sektor perekonomian warga lokal, Bupati yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar Nurgita Tiyas juga meresmikan bazar UMKM melalui prosesi pengguntingan untaian bunga melati di lokasi acara.

Penguatan Karakter Religius dan Ukhuwah Islamiyah

Dalam sambutannya, Saidi Mansyur menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ hendaknya tidak dipandang sebatas ajang perlombaan membaca Al-Quran semata. Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana strategis dalam mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkokoh nilai-nilai keagamaan, serta membangun kebersamaan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Banjar.

Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi aktif dari seluruh kecamatan. Menurutnya, besarnya antusiasme ini mencerminkan komitmen bersama seluruh pihak dalam membumikan Al-Quran di tengah kehidupan bermasyarakat. Nilai kebersamaan dan semangat spiritual ini dinilai sangat penting untuk terus dipelihara agar memperkuat identitas Kabupaten Banjar yang dikenal memiliki karakter masyarakat sangat religius.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin silaturahmi yang erat, disertai doa dan munajat agar seluruh rangkaian acara senantiasa diberikan kelancaran serta kemudahan oleh Allah SWT.

Dampak Ekonomi Lokal Melalui Bazar UMKM

Selain menjadi panggung syiar keagamaan dan pencarian bakat qari-qariah terbaik, pelaksanaan MTQ XLIX ini juga dirancang untuk memberikan dampak positif secara nyata terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kehadiran bazar UMKM dan beragam aktivitas pendukung lainnya menjadi ruang bagi para pelaku usaha lokal untuk mempromosikan serta menjual produk-produk unggulan mereka.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap agenda keagamaan ini. Integrasi antara kegiatan keagamaan dan kegiatan ekonomi daerah dipandang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara berkesinambungan.

Profesionalisme Penilaian dan Harapan Masa Depan

Demi menjaga kualitas dan integritas perlombaan, Saidi Mansyur memberikan pesan khusus kepada seluruh dewan hakim yang bertugas. Para hakim diminta untuk menjalankan amanah secara objektif, profesional, dan adil. Penilaian yang jujur dan transparan sangat dibutuhkan agar MTQ mampu melahirkan pemenang terbaik yang siap membawa nama harum Kabupaten Banjar di ajang MTQ tingkat selanjutnya.

Ia juga meminta panitia penyelenggara untuk terus menjaga kekompakan serta berkoordinasi erat dengan Pemerintah Kecamatan Martapura Timur guna memastikan seluruh kegiatan berjalan tertib, aman, dan sukses.

Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Banjar yang juga menjabat Ketua LPTQ Banjar Said Idrus Al Habsyi, Sekretaris Daerah Yudi Andrea, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjar, hingga para camat dari seluruh wilayah setempat.

Penutup

Penyelenggaraan MTQ XLIX di Martapura Timur ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Banjar dalam memelihara tradisi keagamaan sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, pelaku UMKM, dan masyarakat luas diharapkan terus terjalin harmonis demi terwujudnya Kabupaten Banjar yang semakin religius, maju, dan sejahtera.