Kalselinside.com — Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM) terus mengupayakan peningkatan kualitas lulusan dokter gigi melalui penguatan peran instruktur klinik. Langkah ini diwujudkan dengan menerapkan metode bimbingan terstruktur dan terstandar yang berbasis hasil atau Outcome-Based Education (OBE) demi mencetak tenaga medis yang siap melayani masyarakat.
Upaya peningkatan kapasitas pengajaran tersebut dilaksanakan melalui kegiatan workshop pengajaran klinis pendidikan berbasis OBE pada Sabtu (1/8) di Banjarmasin. Pelatihan ini secara khusus ditujukan bagi para instruktur kepaniteraan klinik dan instruktur klinik di lingkungan FKG ULM untuk memperkuat sistem pengawasan serta bimbingan kepada calon dokter gigi.
Transformasi Fundamental Lewat Outcome-Based Education
Dekan FKG ULM, Prof. drg. Maharani Laillyza Apriasari, menegaskan bahwa keberadaan instruktur klinik memegang peranan yang sangat vital. Instruktur klinik dinilai sebagai ujung tombak utama dalam melahirkan lulusan dokter gigi yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga beretika dan mampu bersaing secara profesional.
Menurut Prof. Maharani, penerapan pendekatan berbasis OBE dalam sistem pendidikan medis klinik merupakan langkah strategis. Pergeseran metode ini bukan sekadar pemenuhan formalitas kurikulum semata, melainkan sebuah transformasi fundamental dalam pola pembimbingan sekaligus proses pengujian para calon dokter gigi selama menjalani masa praktik di klinik.
Melalui model pengajaran OBE, arah dan fokus pengajaran klinis mengalami perubahan signifikan. Perhatian utama tidak lagi terbatas pada aspek materi apa yang disampaikan oleh pengajar, melainkan berpusat pada kemampuan nyata yang berhasil dikuasai dan dipraktikkan oleh mahasiswa secara langsung saat memberikan pelayanan kepada pasien.
Penguatan Standar Bimbingan Klinis Bersama Pakar FKG UGM
Untuk memastikan implementasi metode OBE berjalan secara komprehensif di lingkungan klinik, FKG ULM menghadirkan pakar pengajaran medis dalam workshop tersebut. Pelatihan ini menghadirkan drg. Fimma Naritasari, MDSc., yang merupakan ahli dari Departemen Ilmu Penyakit Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM).
Dalam pemaparannya, drg. Fimma menyampaikan bahwa penyelenggaraan workshop ini merupakan wujud nyata komitmen FKG ULM. Langkah ini bertujuan menjamin seluruh mahasiswa tingkat profesi atau kepaniteraan klinik memperoleh pengawalan serta pendampingan pembelajaran yang paling optimal sebelum mereka diterjunkan untuk berinteraksi dan menangani pasien secara langsung di tengah masyarakat luas.
Komitmen Mencetak Lulusan Kedokteran Gigi Berstandar Global
Penyelenggaraan workshop pengajaran berbasis hasil ini sekaligus menegaskan komitmen berkelanjutan FKG ULM dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi kedokteran gigi yang berorientasi pada kualitas global. Penguatan mutu instruktur menjadi fondasi penting agar proses pembelajaran klinik senantiasa relevan dengan tuntutan standar pelayanan kesehatan modern.
Prof. Maharani menambahkan bahwa FKG ULM berkomitmen secara penuh untuk melahirkan lulusan dokter gigi yang profesional, unggul, serta berdaya saing tinggi. Sasaran tersebut dicapai melalui penguatan tiga pilar utama, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang seluruhnya dijalankan berbasis bukti ilmiah (evidence-based).
Melalui metode pembimbingan klinik yang terstruktur dan terstandar ini, para calon dokter gigi FKG ULM diharapkan dapat menyelesaikan tahapan kepaniteraan klinik dengan penguasaan keterampilan medis serta etika profesi yang kokoh demi menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan gigi masyarakat.


