Kalselinside.com — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tidak menyurutkan semangat para petugas kebersihan setempat. Di tengah kualitas udara yang memburuk dan membahayakan kesehatan, mereka tetap setia menjalankan tugas harian menyapu jalanan demi menjaga kebersihan lingkungan kota.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Langkah ini terpaksa diambil demi menjaga kelangsungan hidup keluarga mereka. Para pekerja lapangan ini harus berhadapan langsung dengan risiko paparan partikel asap berbahaya setiap harinya karena sebagian besar aktivitas kerja mereka dilakukan di ruang terbuka tanpa adanya perlindungan udara yang memadai.

Kisah Perjuangan Pekerja di Tengah Kepungan Asap

Salah satu pejuang kebersihan yang tetap bertahan di tengah kondisi sulit ini adalah Ina Susanti. Wanita berusia 55 tahun tersebut mengaku tidak memiliki pilihan lain selain terus menyapu jalanan di wilayah Kotawaringin Barat, meskipun kondisi kesehatannya sendiri sedang menurun akibat cuaca buruk.

Pada Sabtu pagi, kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut dirasakan sangat pekat oleh para pekerja lapangan. Ina menceritakan bagaimana paparan udara kotor tersebut langsung berdampak pada fisiknya, terutama menimbulkan rasa tidak nyaman dan sesak di area dada saat beraktivitas fisik.

“Walau kondisi saya sedang sakit, tetap bekerja. Asap karhutla bukan halangan. Yang jadi penghalang kalau kami tidak punya penghasilan,” ungkap Ina Susanti.

Dedikasi luar biasa ini memperlihatkan tantangan nyata yang dihadapi oleh para pekerja informal dan petugas lapangan saat bencana lingkungan melanda. Pilihan antara menjaga kesehatan atau memenuhi kebutuhan dapur harian menjadi dilema berat yang harus dihadapi oleh masyarakat kelas pekerja di wilayah terdampak karhutla.

Imbauan Penggunaan Masker dari Dinas Lingkungan Hidup

Menyikapi kondisi yang kian mengkhawatirkan ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan para pekerja di lapangan. Pihak dinas meminta agar para petugas tidak mengabaikan kesehatan diri saat menjalankan tanggung jawab mereka.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kobar, Syahyani, mengimbau seluruh petugas kebersihan agar senantiasa mengenakan masker pelindung selama bertugas di luar ruangan. Masker dinilai menjadi benteng pertahanan pertama yang krusial guna meminimalkan masuknya partikel debu dan asap karhutla ke dalam saluran pernapasan.

“Petugas kebersihan agar selalu menggunakan masker apabila bekerja,” imbau Kepala DLH Kobar, Syahyani.

Syahyani menambahkan bahwa langkah antisipasi ini sangat penting karena aktivitas pelayanan kebersihan tidak mungkin dihentikan sepenuhnya demi menjaga sanitasi kota. Oleh karena itu, sinergi antara pemenuhan kewajiban kerja dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan kerja di ruang terbuka harus tetap dijaga dengan ketat selama musim karhutla berlangsung.

Kabut asap akibat kebakaran hutan di Kotawaringin Barat memang tidak hanya mengganggu jarak pandang dan merusak kualitas udara secara umum. Bencana tahunan ini juga memberikan beban tambahan yang sangat nyata bagi para pekerja luar ruangan yang harus terus bertahan hidup di bawah bayang-bayang ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).