kalselinside.com, BANJARMASIN – Menjelang tibanya Hari Raya Idul Adha, esensi dari ibadah kurban kembali digaungkan sebagai momentum refleksi spiritual yang mendalam bagi umat Muslim. Dalam khutbah Jumat yang berlangsung khidmat di Masjid Assa’adah, Komplek Beruntung Jaya, Banjarmasin, Khatib Haji Abu Sufyan mengingatkan jemaah bahwa ibadah tahunan ini bukan sekadar ritual menyembelih hewan semata. Lebih dari itu, kurban merupakan simbol dari ketulusan, keikhlasan, dan pembuktian ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di hadapan para jemaah sebelum ibadah salat Jumat dimulai, Haji Abu Sufyan menjelaskan bahwa akar sejarah kurban bersumber dari kisah monumental Nabi Ibrahim Alaihi Salam (AS) dan putranya, Nabi Ismail AS. Ujian kepatuhan yang luar biasa berat tersebut berhasil dilalui dengan penuh keikhlasan oleh keduanya. Peristiwa bersejarah inilah yang kemudian diabadikan oleh Allah SWT menjadi syariat ibadah kurban yang terus dijalankan oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia hingga akhir zaman.

Dalam khutbah pertama yang berlangsung sekitar tiga menit tersebut, sang khatib memperkuat penjelasannya dengan merujuk pada Al-Qur’an Surah Ash-Saffat ayat 102 yang mengisahkan dialog kepatuhan antara ayah dan anak tersebut. Selain itu, beliau juga mengutip Surah Al-Hajj ayat 37 untuk menegaskan hakikat kurban yang sebenarnya. Dijelaskan bahwa Allah SWT sama sekali tidak menerima daging atau darah dari hewan yang disembelih, melainkan menilai keikhlasan niat serta ketakwaan dari orang yang berkurban. Hal ini menjadi pengingat penting agar umat tidak terjebak pada aspek seremonial atau gengsi sosial saat melaksanakan ibadah ini.

Lebih lanjut, Haji Abu Sufyan menyampaikan sebuah hadis dengan peringatan yang sangat tegas dari Rasulullah SAW bagi golongan yang mampu secara finansial. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang memiliki kelapangan rezeki untuk berkurban namun memilih untuk tidak melaksanakannya, maka jangan sekali-kali mendekati tempat salat beliau. Peringatan keras ini menekankan bahwa kurban adalah bentuk tanggung jawab sosial sekaligus bukti nyata kecintaan kepada ajaran Islam bagi mereka yang berkecukupan.

Mengakhiri khutbahnya, khatib mengajak seluruh jemaah untuk terus konsisten menjaga dan meningkatkan kualitas keimanan serta ketakwaan di kehidupan sehari-hari. Menurutnya, fondasi iman dan takwa yang kokoh itulah yang nantinya akan menjadi penentu utama dalam mengantarkan seorang Muslim menuju surga-Nya Allah SWT.