Hasil seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung 2026 resmi diumumkan pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 10.00 WIB. Calon siswa yang dinyatakan lolos kini diarahkan untuk melakukan proses daftar ulang di 28 SMA Negeri dan 13 SMA Negeri penerima.
Persaingan dalam seleksi tahun ini berlangsung sangat ketat karena jumlah pendaftar jauh melampaui kapasitas daya tampung. Sekolah Maung hanya membuka total 18.268 kuota, yang terdiri atas 10.400 kursi untuk jenjang SMA dan 7.868 kursi untuk jenjang SMK.
Berdasarkan data resmi Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar), total pendaftar mencapai 38.476 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 24.840 pendaftar SMA dan 13.636 pendaftar SMK.
Keketatan Persaingan di Jalur Kepemimpinan
Disdik Jabar mencatat persaingan yang sangat ketat, khususnya pada Jalur Kepemimpinan. Dari total 1.264 pendaftar di jalur ini, hanya 814 orang yang diterima, sementara 450 calon murid lainnya dinyatakan tidak lolos.
Berikut adalah rincian persentase penerimaan siswa di berbagai jalur seleksi Sekolah Maung 2026:
- Jalur Kepemimpinan: 64,39% pendaftar diterima
- Jalur Ketua OSIS: 48,3% pendaftar diterima
- Jalur Pramuka Pratama: 53,2% pendaftar diterima
- Jalur Pramuka Garuda: 90,3% pendaftar diterima
Sebelumnya, Disdik Jabar juga telah melaksanakan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) di tahap awal SPMB 2026. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa PCMB berfungsi sebagai instrumen strategis untuk memetakan sebaran serta potensi kelulusan siswa lulusan SMP/MTs sederajat guna menyusun perencanaan daya tampung.
Peluang Lewat Jalur Reguler Masih Terbuka
Bagi calon siswa yang belum berhasil lolos seleksi Sekolah Maung, Disdik Jabar memastikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan masih terbuka lebar. Mereka dapat mendaftarkan diri ke SMA/SMK negeri maupun Sekolah Kerja Sama melalui jalur prestasi dan jalur domisili.
Pendaftaran untuk jalur reguler ini sudah mulai dibuka sejak Senin, 8 Juni 2026 pukul 10.00 WIB.
“Calon murid Sekolah Maung yang tidak lolos masih memiliki waktu selama 12 jam untuk melakukan pendaftaran ke jalur reguler,” ujar Purwanto lewat keterangan di laman resmi Disdik Jabar.
Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyediakan total daya tampung sebanyak 909.183 kursi di jenjang SMA, SMK, dan MA di Jawa Barat. Berikut rincian ketersediaan kursinya:
- SMA Negeri: 195.344 kursi
- SMA Swasta: 143.460 kursi
- SMK Negeri: 124.217 kursi
- SMK Swasta: 320.720 kursi
- MA Negeri: 21.888 kursi
- MA Swasta: 81.936 kursi
Melalui ketersediaan daya tampung yang besar ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh lulusan SMP/MTs sederajat tetap mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah sesuai dengan minat, potensi, dan pilihan masing-masing.


