Kalselinside.com — Polresta Banjarmasin, Polda Kalimantan Selatan, secara aktif memperkuat budaya keselamatan berlalu lintas melalui program edukasi safety riding yang ditujukan bagi para guru madrasah se-Kalimantan Selatan. Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Aula Mathilda Batlayeri pada Rabu, dengan tujuan utama menjadikan tenaga pendidik sebagai teladan berkendara yang aman sekaligus penyampai pesan tertib lalu lintas kepada generasi muda di lingkungan sekolah.
Pemilihan guru madrasah sebagai target edukasi didasarkan pada peran krusial mereka dalam membentuk karakter peserta didik. Pihak kepolisian menilai bahwa guru memiliki posisi strategis untuk menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini, baik kepada siswa maupun lingkungan masyarakat sekitar. Dengan memberikan pemahaman yang komprehensif, diharapkan para guru mampu memengaruhi perilaku berkendara orang-orang di sekitarnya agar lebih disiplin dan bertanggung jawab.
Pentingnya Peran Guru dalam Keselamatan Lalu Lintas
Dalam pemaparannya, pihak kepolisian menjelaskan bahwa kecelakaan lalu lintas di jalan raya masih sering terjadi dan mayoritas dipicu oleh faktor manusia. Beberapa penyebab utamanya antara lain kurangnya kedisiplinan pengemudi, sikap yang mengabaikan aturan lalu lintas, serta minimnya kesadaran untuk selalu menggunakan perlengkapan keselamatan standar seperti helm dan sabuk pengaman. Fenomena ini menjadi alasan utama mengapa edukasi harus terus diperluas hingga menyentuh lini pendidikan.
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan materi yang mencakup teori dan praktik berkendara aman. Instruktur dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banjarmasin memberikan panduan mendalam mengenai teknik dasar berkendara yang benar, etika berlalu lintas yang sopan, hingga pentingnya penggunaan atribut keselamatan. Selain itu, para guru juga dibekali dengan pemahaman mengenai berbagai risiko nyata yang dapat timbul akibat pelanggaran lalu lintas, mulai dari kerugian materiil hingga cedera fatal bagi diri sendiri dan orang lain.
Membangun Pelopor Keselamatan dari Lingkungan Pendidikan
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plh Kapolresta Banjarmasin, Kombes. Pol Timbul RK Siregar. Hadir pula dalam acara tersebut Anggota Komisi VIII DPR RI, Ketua Umum BKPRMI, serta jajaran perwira dan bintara Polresta Banjarmasin. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen serius dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat.
Edukasi keselamatan berlalu lintas dipandang sebagai upaya jangka panjang yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Polresta Banjarmasin menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya bukanlah tanggung jawab pihak kepolisian semata, melainkan tanggung jawab kolektif. Dengan melibatkan dunia pendidikan, diharapkan akan lahir para pelopor keselamatan yang mampu membawa perubahan positif secara masif.
Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, para guru madrasah tidak hanya sekadar memahami aturan, tetapi juga mampu mempraktikkan perilaku berkendara yang aman dalam aktivitas sehari-hari. Contoh nyata dari guru di jalan raya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi mereka, sehingga budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh subur di kalangan generasi muda Kalimantan Selatan.
Upaya preventif ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkelanjutan di berbagai lembaga pendidikan lainnya. Dengan menanamkan nilai keselamatan sejak dini melalui lingkungan sekolah dan keluarga, diharapkan tingkat kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang, menciptakan jalan raya yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan.


