Kalselinside.com – Pentingnya menjaga adab atau akhlak dalam kehidupan beragama kembali ditekankan oleh akademisi terkemuka Kalimantan Selatan. Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Prof. Dr. H. Abdul Hafiz Anshari AZ, MA, mengingatkan umat Islam bahwa adab merupakan fondasi utama dalam menjalankan ajaran agama, bahkan menjadi penentu diterima atau tidaknya amal ibadah seseorang.
Pesan mendalam ini disampaikan oleh Prof. Hafiz saat memberikan tausyiah subuh di hadapan jamaah Masjid Al Falah, Komplek Bumi Pemurus Permai, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan. Dalam ceramah keagamaan tersebut, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) ini menggarisbawahi bahwa sebagian ulama bahkan berpendapat bahwa inti dari seluruh ajaran agama Islam sebenarnya terletak pada akhlak yang mulia.
Pentingnya Adab Dibandingkan Ilmu dan Amal
Untuk memperkuat penjelasannya, akademisi asal Desa Bandang, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ini mengutip pandangan ulama besar klasik. Beliau merujuk pada pendapat Al Hasan Al Bashri, seorang ulama terkemuka dari Madinah yang hidup pada abad ke-6 (masa tabi’in). Berdasarkan kutipan tersebut, Prof. Hafiz menegaskan bahwa memiliki ilmu yang luas akan menjadi percuma jika tidak disertai dengan adab yang baik. Lebih dari itu, tanpa adanya adab, amal ibadah yang dilakukan seorang hamba dikhawatirkan tidak akan diterima oleh Allah SWT.
Menurut lulusan Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin ini, orang yang berilmu namun tidak memiliki adab sama saja dengan orang yang tidak mengamalkan ilmunya sama sekali. Konsep ini diperkuat dengan landasan wahyu, di mana Prof. Hafiz mengutip potongan ayat suci Al-Qur’an yang menegaskan tugas utama Nabi Muhammad SAW diturunkan ke bumi, yaitu untuk menyempurnakan akhlak mulia umat manusia.
Nasihat Praktis Menjaga Kebersihan Hati
Selain menekankan pentingnya adab, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini juga memberikan nasihat praktis bagi kehidupan sehari-hari umat Muslim di Indonesia. Beliau mengingatkan setiap mukmin sejati untuk berkomitmen menjauhi hal-hal yang diharamkan oleh agama. Tidak hanya itu, sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjaga kebersihan hati dan kesucian diri, umat Islam juga sangat dianjurkan untuk menghindari perkara syubhat atau hal-hal yang masih meragukan kehalalannya.
Di akhir tausyiahnya, tokoh kelahiran pinggiran Pegunungan Meratus ini menyimpulkan tiga pilar penting yang dapat mengantarkan seorang Muslim menuju surga Allah SWT. Tiga hal utama tersebut adalah adab, kesabaran (sabar), dan sifat wara’ (kehati-hatian dalam beragama). Prof. Hafiz berharap ketiga aspek mulia ini dapat senantiasa menjadi perhatian bersama dan diimplementasikan secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari demi menciptakan tatanan sosial yang harmonis dan religius.


