Kalselinside.com — Sebanyak belasan karyawan senior dari sektor industri resmi memulai perjalanan akademik mereka melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Kalimantan Selatan. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis perusahaan dalam meningkatkan kualifikasi pendidikan tenaga kerja berpengalaman agar selaras dengan tuntutan karier di masa depan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program ini menjadi solusi bagi para pekerja yang selama ini telah menguasai keterampilan teknis di lapangan namun belum memiliki gelar akademik yang formal. Melalui skema RPL, pengalaman kerja selama bertahun-tahun diakui sebagai unit kompetensi yang dapat disetarakan dengan mata kuliah tertentu, sehingga durasi studi di jenjang diploma dapat dipangkas secara signifikan.

Sinergi Pendidikan dan Industri

Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin, Joni Riadi, mengungkapkan bahwa kampusnya secara aktif membuka kelas kerja sama dengan mitra industri, termasuk PT Darma Henwa Tbk. Inisiatif ini memungkinkan para pekerja yang sebelumnya hanya berpendidikan SMA atau SMK untuk menempuh jenjang Diploma 3 (D3) dengan waktu yang lebih efisien, yakni sekitar satu setengah tahun dari durasi normal tiga tahun.

“Kita akui apa saja pembelajaran dan pengalaman mereka di lapangan secara akademik, hingga mereka menempuh pendidikan tingginya bisa lebih pendek, harusnya 3 tahun bisa jadi satu setengah tahun saja,” terang Direktur Poliban, Joni Riadi.

Joni menambahkan bahwa kompetensi yang dimiliki oleh para pekerja senior tersebut sudah teruji secara nyata di lapangan. Dengan adanya program ini, pihak kampus memastikan bahwa teori yang diberikan di kelas merupakan pendalaman materi yang akan memperkuat keahlian praktis yang telah dimiliki oleh para mahasiswa dari jalur industri tersebut.

Pengembangan Karier Karyawan

Sementara itu, Manager OD & HCM Strategy PT Darma Henwa Tbk, Ilham Akbar, menyebutkan bahwa ada 15 karyawan dari perusahaannya yang diikutsertakan dalam program ini. Keputusan perusahaan untuk menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi vokasi didasari oleh kebutuhan akan jenjang pendidikan tinggi bagi karyawan yang mendapatkan promosi karier.

Seluruh karyawan yang terpilih rata-rata telah mengabdi di perusahaan tersebut selama lebih dari lima tahun. Dukungan penuh dari pihak perusahaan menjadi pendorong utama agar para karyawan tetap semangat menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dengan kewajiban akademik di bangku kuliah.

Salah satu peserta program, Dedi Irmawan, menyampaikan rasa syukurnya karena mendapatkan kesempatan emas ini. Meskipun telah bekerja di bidang alat berat selama lebih dari sepuluh tahun dengan latar belakang pendidikan SMA, ia mengaku antusias menjalani proses perkuliahan. Baginya, dukungan dari keluarga dan perusahaan memberikan motivasi tinggi untuk bisa menyelesaikan studi hingga lulus dan meraih gelar sarjana terapan.

Implementasi program RPL ini diharapkan menjadi model pengembangan SDM yang berkelanjutan. Sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan industri tidak hanya menguntungkan bagi individu karyawan dalam hal peningkatan karier, tetapi juga bagi perusahaan dalam mencetak tenaga kerja yang memiliki keahlian teknis serta landasan teoretis yang kuat dan diakui secara formal oleh negara.