Kalselinside.com — Peralatan vital untuk mengangkat bangkai Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang karam di dasar Laut Jawa kini telah tiba di Singapura. Konfirmasi ini disampaikan oleh Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin, menandai langkah signifikan dalam upaya pemulihan setelah kecelakaan tragis tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keberadaan peralatan ini diharapkan dapat mempercepat proses “salvage” atau pengangkatan bangkai kapal, yang merupakan bagian krusial dari operasi pasca-kecelakaan. Proses ini tidak hanya penting untuk investigasi penyebab insiden, tetapi juga untuk memberikan kejelasan bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar dari puluhan orang yang belum ditemukan.

Konfirmasi Kesiapan Peralatan Salvage di Singapura

Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-16 kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin malam, menegaskan bahwa perlengkapan utama telah tersedia.

“Dipastikan peralatan salvage sudah berada di Singapura,” tegas Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto.

Heri menjelaskan bahwa lembaga asuransi internasional Protection and Indemnity (P&I), yang bertanggung jawab bersama pemilik KM Virgo, telah berhasil menyiapkan seluruh peralatan yang diperlukan. Perlengkapan tersebut mencakup crane barge atau kapal kran apung, lengkap dengan main boom atau sistem lengan utama, yang vital untuk operasi pengangkatan bangkai kapal dari kedalaman laut.

Kolaborasi Mitra Internasional dan Lokal dalam Operasi

Penunjukan mitra pelaksana operasi salvage menjadi langkah selanjutnya. Heri Purwanto menyebutkan bahwa kemungkinan akan ada mitra internasional yang terlibat dalam proses pengangkatan ini, sementara mitra lokal kemungkinan besar akan berasal dari PT Jasalindo. PT Jasalindo sendiri telah mengawal kegiatan ini sejak awal, memberikan data kondisi kapal melalui teknologi remotely operated vehicle (ROV).

Perusahaan tersebut memiliki peran penting dalam menyediakan informasi awal mengenai posisi dan kondisi bangkai kapal di dasar laut, yang menjadi dasar perencanaan operasi salvage. Setelah mitra pelaksana ditunjuk secara resmi, mitra lokal akan memulai mitigasi kondisi kapal. Ini akan dilakukan sembari menunggu kedatangan perlengkapan spesialis dari Singapura di lokasi operasi SAR, yang akan mendukung pelaksanaan pengangkatan bangkai kapal secara keseluruhan.

Harapan dan Target Waktu Penyelesaian Operasi

Kementerian Perhubungan dan semua pihak terkait berharap agar seluruh perlengkapan salvage tersebut dapat tiba di lokasi operasi dalam waktu kurang dari satu minggu. Target waktu ini sesuai dengan janji yang telah disampaikan oleh pemilik KM Virgo kepada pimpinan Kementerian Perhubungan, menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan operasi ini secepatnya dan dengan hasil yang optimal.

Keberadaan peralatan ini tidak hanya mempercepat proses pengangkatan bangkai kapal, tetapi juga memberikan harapan baru bagi upaya pencarian sisa korban yang belum ditemukan. Pengangkatan bangkai kapal diharapkan dapat membantu tim SAR dalam menjangkau area yang sebelumnya sulit diakses, serta memastikan tidak ada lagi korban yang terperangkap di dalam bangkai kapal.

Perkembangan Terkini Operasi Pencarian dan Pertolongan

Hingga Senin, pukul 22.00 Wita, pada hari ke-16 operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Basarnas mengonfirmasi total 179 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang dilaporkan selamat, sementara 71 orang lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan tragis ini.

Dengan total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8, saat ini masih ada 64 korban yang dalam proses pencarian. Keberhasilan operasi salvage ini sangat dinantikan untuk mendukung tim SAR dalam menemukan korban-korban yang masih hilang, serta mengakhiri fase pencarian ini dengan hasil yang maksimal. Proses pengangkatan bangkai kapal akan menjadi penutup dari rangkaian panjang upaya penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8, yang telah menyita perhatian publik. Semua pihak berharap agar operasi ini dapat berjalan lancar dan memberikan kejelasan akhir bagi seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

Reporter / Penulis: Dinda Apriani  |  Editor: Budi Santoso
Sumber: Siaran Pers / Dok. Redaksi