Kalselinside.com — Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi 11 jenazah korban musibah Kapal Virgo Transport 8 pada hari ke-13 pelaksanaan operasi pencarian, Jumat (25/9/2026). Penemuan ini menjadi progres signifikan dalam upaya pencarian korban yang masih belum ditemukan setelah insiden terjadi.
Proses evakuasi tersebut dilakukan di dua lokasi berbeda. Sebanyak lima jenazah berhasil diangkat dari badan kapal oleh tim penyelam gabungan, sementara enam jenazah lainnya dievakuasi oleh tim SAR dari kantor SAR Palangka Raya di wilayah Kalimantan Tengah. Seluruh jenazah yang ditemukan dalam proses ini kini tengah dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara Banjarmasin untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Tantangan Cuaca dalam Operasi SAR
Kepala SAR Banjarmasin sekaligus SMC, I Putu Sudayana, mengungkapkan bahwa tim di lapangan menghadapi tantangan berat akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Gelombang laut dengan ketinggian mencapai 1,75 hingga 2,5 meter serta arus bawah yang cukup kencang kerap menghambat pergerakan tim penyelam.
“Tim penyelam baru bisa melaksanakan operasi saat cuaca mulai teduh, dan mengevakuasi lima jenazah,” ujar I Putu Sudayana.
Kondisi alam yang dinamis memaksa tim untuk menyesuaikan jadwal evakuasi secara mendadak agar keselamatan personel tetap terjaga. Selain kendala cuaca, arus laut yang sering berubah arah menjadi faktor utama yang membatasi durasi penyelaman di titik bangkai kapal.
Update Total Korban KM Virgo
Hingga saat ini, pihak otoritas masih menunggu kedatangan enam jenazah dari Kalimantan Tengah yang dijadwalkan tiba di RS Bhayangkara Banjarmasin pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 09.00 Wita. Penambahan 11 jenazah ini memperbarui data total korban yang ditemukan sejak operasi pencarian dimulai.
Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 161 korban telah berhasil ditemukan dengan rincian 108 orang dinyatakan selamat dan 53 orang meninggal dunia. Sementara itu, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 82 korban lainnya yang hingga saat ini statusnya masih dalam pencarian. Fokus operasi tetap dilanjutkan dengan memantau kondisi cuaca agar tim dapat bekerja secara efektif dan aman di lokasi kejadian.


