Kalselinside.com — Proses pencarian korban Kapal Motor (KM) Virgo Transport memasuki babak baru pada hari ke-13. Tim SAR gabungan memutuskan untuk meningkatkan intensitas operasional dengan mengerahkan sebanyak 54 penyelam profesional ke lokasi titik tenggelamnya kapal. Langkah ini diambil guna mempercepat proses evakuasi korban yang hingga saat ini masih belum ditemukan.
Direktur Operasi Basarnas RI, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, menjelaskan bahwa pengerahan penyelam tersebut merupakan gabungan dari tim internal Basarnas dan personel TNI AL. Para penyelam ini akan dibagi ke dalam empat sortie atau gelombang pencarian. Strategi jumlah sortie tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan, di mana tim menargetkan tiga hingga empat kali penyelaman dalam satu hari jika situasi memungkinkan.
Strategi Pencarian di Bawah Laut
Tim SAR yang bermarkas di KN Pacitan saat ini tengah mematangkan rencana teknis pembagian tim di bawah air. Prioritas utama penyelaman difokuskan pada area jendela kapal untuk memudahkan akses masuk. Pihak operasional secara tegas melarang tim untuk mendekati bagian bawah kapal guna menghindari risiko keamanan yang dapat membahayakan keselamatan penyelam.
Bramantyo menekankan bahwa risiko memasuki bagian lumbung kapal sangat tinggi, sehingga penyelam diminta untuk tetap waspada dan mengikuti protokol keselamatan yang ketat. Strategi pencarian hari ke-13 ini tetap mengintegrasikan unsur kekuatan laut dan udara untuk memastikan seluruh area pencarian dapat tercover secara maksimal.
Data Terkini Evakuasi Korban
Hingga Kamis (24/9/2026) malam, tim SAR gabungan telah mencatat keberhasilan evakuasi terhadap 150 orang penumpang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, sementara 42 orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Meski evakuasi terus dilakukan, masih terdapat 93 korban lainnya yang hingga saat ini belum ditemukan keberadaannya.
Pemerintah dan tim SAR gabungan berkomitmen untuk terus berupaya semaksimal mungkin dalam operasi pencarian ini. Sinergi antara unsur laut dan udara diharapkan dapat mempercepat ditemukannya korban yang tersisa, meskipun tantangan cuaca dan medan bawah laut menjadi kendala utama dalam operasional harian di lapangan.


