Kalselinside.com — Tim penyelam gabungan berhasil menembus akses ke sejumlah kamar korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. Dalam operasi yang menantang tersebut, para penyelam menemukan banyak jasad korban yang terjebak di dalam bangkai kapal setelah memecahkan kaca jendela kamar-kamar.
Upaya pencarian dan evakuasi difokuskan pada bagian badan kapal, terutama kamar-kamar penumpang, mengingat banyaknya korban yang terlihat terjebak di sana. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, selaku SAR Mission Coordinator, menyatakan bahwa operasi ini terus berlanjut meskipun dihadapkan pada berbagai kendala.
Akses ke Bangkai Kapal dan Penemuan Korban
Tim penyelam gabungan, yang terdiri dari Basarnas Special Group (BSG), Kopaska dan Pangkoarmada II TNI AL, PT Jasalindo, serta unsur-unsur lain, mengambil langkah berani dengan memecahkan kaca-kaca jendela di beberapa kamar. Tindakan ini dilakukan untuk membuka akses menuju ruangan yang diduga menjadi lokasi terjebaknya para korban. Penyelam menemukan banyak penumpang yang terperangkap di dalam kamar kapal, sebuah pemandangan memilukan yang mempertegas skala tragedi ini.
Pada Selasa pagi, tim penyelam gabungan telah berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga korban meninggal dari dalam bangkai kapal. Namun, sejumlah korban lain yang telah terlihat oleh penyelam belum dapat dievakuasi. Hal ini disebabkan oleh kondisi air yang mulai keruh dan arus laut yang semakin kencang menjelang sore hari, yang sangat menghambat proses penyelamatan.
Tantangan Berat dalam Proses Evakuasi
I Putu Sudayana menjelaskan bahwa kondisi di dalam bangkai kapal sangat sulit. Beberapa korban yang coba ditarik dengan tali tidak berhasil dievakuasi, mengindikasikan kemungkinan adanya korban yang terjepit di dalam struktur kapal. “Fokus di sana, memang sudah banyak terlihat penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kamar kapal. Tadi beberapa korban sudah dicoba ditarik pakai tali tapi enggak bisa, ya. Sepertinya ada korban kejepit di dalam kapal atau apa yang menyebabkan seperti itu. Nah, besok dilanjutkan. Semoga evakuasi besok lancar,” ungkap Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-10 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa malam.
Selain masalah korban yang terjepit, faktor lingkungan juga menjadi penghalang utama. “Untuk melanjutkan evakuasi, airnya keruh karena faktor arus yang sudah cukup kencang. Akhirnya tim penyelam tidak bisa mengevakuasi korban-korban yang sudah terlihat,” tambahnya, menggambarkan betapa berbahayanya kondisi di bawah laut bagi para penyelam dan proses evakuasi.
Fokus Pencarian dan Prioritas Keselamatan Tim SAR
Tim SAR gabungan akan terus memfokuskan pencarian ke kompartemen kapal, khususnya kamar tidur penumpang kelas ekonomi maupun kelas eksekutif. Setelah itu, tim akan mempertimbangkan pencarian pada kendaraan yang berada di dalam kapal, apabila kondisi memungkinkan dan aman bagi para penyelam. Prioritas keselamatan petugas SAR menjadi hal utama dalam setiap keputusan yang diambil.
“Kendaraan di dalam kapal saling bertindih karena posisi kapal sudah tidak normal. Kalau memungkinkan dan aman pasti akan kita laksanakan. Operasi SAR ini harus mengutamakan keselamatan petugas,” tegas Putu Sudayana. Situasi kapal yang tidak stabil dengan kendaraan yang bertindihan menambah kompleksitas operasi penyelamatan ini.
Perkembangan Jumlah Korban Hingga Saat Ini
Hingga Selasa, pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi bahwa sebanyak 126 korban telah ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan selamat, sementara 18 orang lainnya meninggal dunia. Saat ini, sebanyak 117 korban masih dalam proses pencarian, menunjukkan bahwa operasi SAR masih jauh dari kata selesai dan membutuhkan dedikasi serta kerja keras yang berkelanjutan dari seluruh tim gabungan.
Tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa ini menyisakan duka mendalam bagi banyak keluarga. Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dalam kondisi yang serba terbatas dan berbahaya demi menemukan para korban yang masih hilang dan mengevakuasi jenazah yang terjebak, dengan harapan dapat memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu.

