Kalselinside.com — Operasi pencarian korban Kapal Virgo yang tenggelam di perairan Laut Jawa masih terus dilakukan oleh tim gabungan Basarnas. Namun, upaya penyelaman ke dalam badan kapal menghadapi tantangan teknis yang cukup berat karena kondisi struktur bangkai kapal yang tidak lagi memungkinkan akses masuk dengan mudah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Seksi Operasi Basarnas Banjarmasin, Bramantya Semara, menjelaskan bahwa posisi kapal yang terbalik membuat seluruh barang serta puing-puing di dalamnya berpindah ke bagian langit-langit. Kondisi ini secara signifikan menutup akses bagi para penyelam yang bertugas menelusuri setiap sudut kapal untuk mencari keberadaan korban yang belum ditemukan.

Tantangan Keselamatan Tim Penyelam di Lokasi

Selain akses yang terhalang, tim penyelam juga harus menghadapi faktor alam yang cukup ekstrem. Arus gelombang yang kencang di bawah permukaan laut membuat posisi badan kapal menjadi labil, sehingga sangat berisiko bagi keselamatan personel yang bertugas di lapangan. Tim SAR dituntut untuk tetap ekstra hati-hati dalam setiap pergerakan.

“Akses masuk penyelam ke badan kapal sangat terbatas karena tertutup,” tegas Kepala Seksi Ops Basarnas Banjarmasin, Bramantya Semara.

Meskipun situasi di lapangan sangat menantang, Basarnas berkomitmen untuk terus mengoptimalkan upaya pencarian. Strategi penyisiran kini tidak hanya difokuskan pada titik bangkai kapal, tetapi juga diperluas hingga ke perairan Kalimantan Tengah, termasuk wilayah Kabupaten Seruyan dan Sukamara, mengingat banyaknya korban yang ditemukan terbawa arus ke arah tersebut.

Data Terkini Evakuasi Korban Kapal Virgo

Hingga hari ke-18 operasi SAR berlangsung, Basarnas mencatat bahwa total 186 orang telah berhasil dievakuasi dari jumlah penumpang dan kru sebanyak 243 orang. Dari total tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 78 korban lainnya dinyatakan meninggal dunia. Hingga saat ini, sebanyak 57 orang lainnya masih dalam proses pencarian intensif.

Proses identifikasi korban yang telah ditemukan saat ini dipusatkan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Sebanyak 18 jasad telah berada di rumah sakit untuk keperluan medis lebih lanjut, sementara empat korban sisanya masih dalam perjalanan menuju Banjarmasin melalui jalur darat setelah ditemukan di perairan Kalimantan Tengah. Tim SAR terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan sisa korban yang belum teridentifikasi, meski hambatan teknis di bawah laut terus membayangi operasi ini.