Kalselinside.com — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin memberikan klarifikasi penting terkait manifes penumpang kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8. Pihak otoritas memastikan bahwa 22 korban selamat yang sempat diduga tidak terdaftar dalam manifes keberangkatan, sebenarnya tercatat secara resmi sebagai penumpang kapal tersebut. Kepastian ini diperoleh setelah dilakukan koordinasi dan pencocokan data intensif dengan pihak KSOP Surabaya.
Perbedaan data yang sempat memicu tanda tanya ini terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara nama yang tertulis di manifes kapal dengan identitas resmi para penumpang. Saat berangkat dari Pelabuhan Surabaya, para penumpang yang sebagian besar berprofesi sebagai sopir dan kernet tersebut didata menggunakan nama panggilan sehari-hari mereka. Namun, setibanya di Banjarmasin pascakecelakaan di Laut Jawa, petugas melakukan pendataan ulang secara ketat menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Penyebab Perbedaan Nama pada Manifes Penumpang
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menjelaskan secara rinci mengenai kendala administratif yang sempat membingungkan tim pendata di lapangan. Menurutnya, proses verifikasi membutuhkan waktu karena tim harus melacak kembali daftar manifes asli dari pelabuhan asal untuk dicocokkan dengan identitas asli para korban selamat yang kini berada di Banjarmasin.
Dari hasil penelusuran bersama KSOP Surabaya, sebanyak 20 orang dari total 22 penumpang yang dipertanyakan tersebut kini telah terkonfirmasi secara akurat kesesuaian datanya. Sementara itu, dua orang penumpang lainnya masih menunggu proses sinkronisasi data final karena proses administrasi yang sedang berjalan. Kendati demikian, pihak otoritas menjamin seluruh korban tersebut merupakan penumpang legal yang terdaftar.
“Sebanyak 20 orang terkonfirmasi memang benar merupakan manifes kapal. Dua orang lagi datanya menunggu masuk. Ya, saya pastikan mereka merupakan manifes kapal,” kata Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto.
Heri menambahkan bahwa koordinasi cepat dengan pihak KSOP Surabaya sangat krusial untuk menghindari spekulasi liar mengenai adanya penumpang gelap atau ilegal di atas kapal nahas tersebut. Masalah ini murni disebabkan oleh kebiasaan administratif di lapangan di mana para pengemudi kendaraan logistik sering kali mendaftarkan diri dengan nama sapaan akrab, bukan nama lengkap sesuai dokumen kependudukan resmi.
Kronologi Verifikasi dan Perkembangan Operasi SAR
Penjelasan resmi ini disampaikan langsung dalam konferensi pers yang mengulas perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) hari ke-12 kecelakaan KM Virgo Transport 8. Pertemuan pers tersebut berlangsung di kawasan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Langkah proaktif dari KSOP Banjarmasin ini sekaligus menjawab keraguan publik dan keluarga korban mengenai validitas jumlah penumpang yang diangkut oleh kapal motor tersebut saat berlayar melewati Laut Jawa.
Proses pencocokan data ini menjadi salah satu fokus penting di samping operasi evakuasi fisik yang terus berjalan di laut. Akurasi manifes sangat menentukan langkah hukum, proses klaim asuransi bagi para korban, serta kepastian informasi bagi keluarga yang terus memantau perkembangan evakuasi dari posko penyelamatan di pelabuhan.
Data Terakhir Korban KM Virgo Transport 8
Hingga memasuki hari ke-12 operasi pencarian, tim SAR gabungan yang dikoordinasikan oleh Basarnas terus berupaya maksimal di lapangan. Berdasarkan data mutakhir yang dihimpun hingga Kamis malam pukul 22.00 WITA, total korban yang telah berhasil dievakuasi berjumlah 150 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, sedangkan 42 orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Otoritas pelabuhan dan tim SAR menegaskan bahwa pencarian masih akan terus dilanjutkan untuk menemukan 93 korban lainnya yang hingga kini statusnya masih dinyatakan hilang. Angka pencarian ini merujuk pada total manifes resmi KM Virgo Transport 8 yang tercatat membawa sebanyak 243 orang penumpang dan awak kapal saat bertolak dari Surabaya sebelum mengalami kecelakaan laut yang tragis tersebut.


