Kalselinside.com — Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, melakukan peninjauan langsung terhadap proses pendistribusian air bersih di wilayah pinggiran kota. Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah dalam mengatasi krisis air bersih yang melanda sejumlah kawasan akibat musim kemarau panjang yang mengganggu pasokan air baku.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah satu lokasi yang ditinjau adalah Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat. Di wilayah ini, distribusi air bersih difokuskan karena belum terjangkau layanan air secara optimal. Terbatasnya ketersediaan air baku memaksa pemerintah dan penyedia layanan air minum mencari solusi alternatif guna memenuhi kebutuhan harian warga.

Kolaborasi Penyaluran Air Bersih via Mobil Tangki

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kapolresta Banjarmasin beserta jajaran direksi dan komisaris PT Air Minum (PAM) Bandarmasih. Distribusi air bersih dilakukan dengan mengerahkan armada mobil tangki milik BUMD tersebut. Air yang diangkut kemudian ditampung ke dalam sejumlah tandon yang telah ditempatkan di titik-titik strategis permukiman warga.

Untuk memudahkan akses masyarakat, pemerintah telah menyediakan empat unit tandon penampungan air di kawasan Kuin Cerucuk. Langkah taktis ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan memasak dan sanitasi selama musim kemarau.

“Saya bersama Kapolresta, jajaran direksi PAM Bandarmasih dan juga komisaris memantau sekaligus menyalurkan air bersih. Di Kelurahan Kuin Cerucuk ini ada empat tandon,” ujar Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR.

Lebih lanjut, Yamin menjelaskan bahwa penyediaan tandon dan pengiriman air menggunakan mobil tangki merupakan langkah antisipasi bagi wilayah-wilayah yang tidak terjangkau pipa distribusi secara maksimal. Upaya darurat ini juga akan menyasar beberapa daerah pinggiran lain yang mengalami kendala serupa selama kondisi darurat air baku ini berlangsung.

Penyebab Penurunan Pasokan Air Bersih

Penurunan pasokan air bersih di Banjarmasin dipicu oleh kemarau panjang yang berdampak pada peningkatan kadar garam di sumber air baku. Akibat intrusi air laut yang semakin meluas, proses pengambilan air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 yang berlokasi di kawasan Sungai Bilu terpaksa dihentikan total. Instalasi ini biasanya memanfaatkan air dari Sungai Martapura dengan kapasitas mencapai 600 liter per detik.

Penghentian operasional IPA 1 Sungai Bilu berdampak langsung pada penurunan total produksi air bersih hingga mencapai 30 persen. Guna menyiasati kondisi tersebut, PT Air Minum Bandarmasih saat ini hanya mengandalkan operasional IPA 2 yang mengambil air baku dari Sungai Tabuk. Instalasi ini memiliki kapasitas produksi sebesar 1.750 liter per detik, namun lokasinya terpaut cukup jauh, yakni sekitar 11 kilometer dari pusat instalasi pengolahan utama.

Jarak yang cukup jauh dan terbatasnya kapasitas IPA 2 menyebabkan tekanan air ke jaringan distribusi pelanggan mengalami penurunan drastis, terutama di wilayah pinggiran kota. Wali Kota Banjarmasin berharap agar kondisi kemarau dan fenomena intrusi air laut ini dapat segera berakhir. Dengan demikian, kualitas dan kuantitas air baku dapat kembali normal sehingga pelayanan distribusi air bersih kepada seluruh masyarakat Banjarmasin bisa pulih sepenuhnya.