Kalselinside.com — Suasana duka mendalam menyelimuti rumah keluarga Doddy Soemarno di Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Rabu siang. Doddy merupakan salah satu korban dalam peristiwa tenggelamnya kapal KM Virgo Transport 8 yang terjadi di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Kepulangan jenazah pria berusia 37 tahun ini merupakan akhir dari penantian panjang pihak keluarga. Setelah diberangkatkan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menggunakan jalur udara, jenazah kemudian dibawa melalui perjalanan darat dari Bandara Juanda menuju kampung halamannya di Ngawi untuk segera dikebumikan.
Proses Identifikasi Korban
Doddy diketahui bekerja sebagai kernet truk jasa ekspedisi yang tengah bertugas mengirimkan barang ke wilayah Kalimantan Selatan. Kabar mengenai nasib Doddy pertama kali diterima oleh pihak keluarga melalui pihak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
“Istrinya mendapat kabar dari Basarnas dan dimintai keterangan tentang identitas juga pakaian terakhir yang dikenakan Doddy,” ujar Heri Siswanto, mertua korban.
Setelah proses verifikasi data dilakukan secara intensif, tim petugas akhirnya berhasil menemukan jasad Doddy di salah satu bilik kapal yang tenggelam. Konfirmasi identitas ini menjadi titik balik bagi keluarga untuk segera memulangkan dan memakamkan mendiang dengan layak.
Dukungan Pemerintah dan Santunan
Pemerintah Kabupaten Ngawi turut berperan aktif dalam membantu proses pemulangan jenazah. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Anang Heri Prabowo, mengungkapkan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan keluarga setelah menerima informasi mengenai warga Ngawi yang menjadi korban insiden maritim tersebut.
Selain fasilitasi pemulangan, pihak keluarga juga mendapatkan dukungan finansial berupa santunan dari PT Jasa Raharja senilai Rp50 juta. Bantuan ini diberikan sebagai wujud pemenuhan hak bagi ahli waris korban yang ditinggalkan. Doddy meninggalkan seorang istri serta dua orang anak yang saat ini masih menempuh pendidikan di bangku sekolah dasar.
Setelah disalatkan di rumah duka, jenazah kemudian diantar oleh keluarga, kerabat, dan warga setempat menuju tempat pemakaman umum desa setempat. Pemakaman berjalan dengan khidmat pada hari yang sama saat jenazah tiba. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya keselamatan dalam transportasi laut serta dukungan bagi keluarga yang terdampak musibah kecelakaan transportasi.


