Kalselinside.com — PT Jasa Raharja (Persero) bersama Jasaraharja Putera telah merampungkan penyaluran santunan bagi para korban meninggal dunia dalam insiden tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8. Total dana santunan yang disalurkan mencapai Rp1.452.000.000, yang diperuntukkan bagi ahli waris dari 24 orang korban yang telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polda Kalimantan Selatan.
Proses penyerahan hak santunan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan atas musibah yang menimpa para penumpang dan awak kapal di Laut Jawa. Penyaluran ini mencakup dana dari Jasa Raharja sebesar Rp1.008.000.000, sementara sisa Rp444.000.000 disalurkan melalui Jasaraharja Putera.
Detail Penyaluran Santunan dan Biaya Penguburan
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja (Persero) Kalimantan Selatan, Ahmad Arkan Nugraha, menjelaskan bahwa mekanisme pemberian santunan disesuaikan dengan status korban. Bagi korban yang memiliki ahli waris, santunan diberikan secara langsung. Namun, bagi korban yang tidak memiliki ahli waris, perusahaan tetap memberikan hak berupa biaya pemakaman.
“Rinciannya untuk santunan kepada ahli waris 22 orang, sedangkan dua lainnya tidak ada ahli waris maka diberikan santunan penguburan,” ujar Ahmad Arkan Nugraha di Banjarmasin.
Untuk kategori korban tanpa ahli waris, Jasa Raharja memberikan penggantian biaya penguburan sebesar Rp4 juta, ditambah dengan ekstra bantuan biaya penguburan dari Jasaraharja Putera sebesar Rp2 juta. Kebijakan ini memastikan bahwa setiap korban mendapatkan perhatian yang layak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Proses Pencarian dan Identifikasi Korban
Tragedi yang terjadi saat Kapal Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September. Berdasarkan data terbaru dari Basarnas, dari total 243 penumpang dan awak kapal, sebanyak 172 orang telah dievakuasi. Sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, sementara 64 orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap 71 orang yang belum ditemukan. Sementara itu, untuk korban meninggal yang telah ditemukan, proses identifikasi masih terus berjalan. Tercatat 25 orang sudah teridentifikasi, sedangkan 39 orang lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI dan evakuasi jalur darat dari Kalimantan Tengah. Keberadaan santunan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dalam menghadapi masa sulit pasca musibah tersebut.


