Kalselinside.com — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, secara resmi memulai pembangunan infrastruktur siring laut di kawasan Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir. Proyek pengaman pantai sepanjang 560 meter ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memitigasi dampak buruk gelombang pasang yang kerap menghantam wilayah pesisir setiap akhir tahun.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pembangunan infrastruktur ini menjadi realisasi atas aspirasi warga Kelurahan Pagatan yang telah diusulkan sejak beberapa tahun lalu. Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, menyatakan bahwa pembangunan ini krusial untuk menahan laju abrasi yang terus mengancam permukiman warga serta fasilitas umum yang berada di belakang garis pantai.

Langkah Antisipasi Dampak Abrasi Pantai

Ancaman gelombang tinggi di pesisir Kusan Hilir bukan merupakan fenomena baru. Berdasarkan catatan historis, gelombang pasang kerap menimbulkan kerusakan serius ketika memasuki musim penghujung tahun. Salah satu peristiwa yang membekas di ingatan warga terjadi pada Desember 2022, di mana gelombang besar menyebabkan kerusakan parah pada kawasan pemakaman di pinggir pantai.

Darmansyah, seorang warga Kelurahan Pagatan, menceritakan betapa traumatisnya peristiwa tersebut bagi masyarakat setempat. Kala itu, gelombang pasang membongkar makam-makam di pesisir, mengakibatkan peti jenazah hingga tulang-belulang berserakan. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi warga pesisir setiap kali melihat tanda-tanda kenaikan gelombang laut.

Perlindungan Ruang Hidup Masyarakat

Pembangunan siring laut ini diharapkan mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi ruang hidup masyarakat. Selain melindungi rumah tinggal, infrastruktur ini bertujuan mengamankan area publik, fasilitas sosial, dan lokasi aktivitas warga lainnya dari terjangan air laut yang sewaktu-waktu dapat naik ke daratan.

Proyek pembangunan ini dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Bumbu dengan target pengerjaan pada tahun 2025. Pemerintah daerah berharap melalui pembangunan ini, risiko kehilangan harta benda dan kerusakan lingkungan akibat abrasi dapat ditekan secara signifikan.

Langkah preventif ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam merespons ancaman cuaca ekstrem yang kerap membayangi wilayah pesisir Kalimantan Selatan. Dengan adanya struktur permanen ini, masyarakat diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan rasa aman yang lebih baik, terutama saat memasuki periode cuaca yang tidak menentu di akhir tahun.