Kalselinside.com — Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, melakukan peninjauan langsung terhadap penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat di Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, pada Kamis (1/1) sore. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah responsif pemerintah kota dalam menghadapi dampak kemarau panjang yang menyebabkan ketersediaan air baku menurun drastis dan menyulitkan akses warga terhadap air bersih.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, serta Direktur Utama PT Air Minum (PAM) Bandarmasih, Zulbadi. Kehadiran para pejabat ini bertujuan untuk memastikan bahwa distribusi bantuan berjalan lancar dan kebutuhan mendasar masyarakat di wilayah tersebut dapat terpenuhi selama masa krisis air baku.

Strategi Distribusi Air Bersih di Kuin Cerucuk

Untuk mengatasi keterbatasan layanan air yang tidak tersalurkan secara optimal, pihak PAM Bandarmasih telah menempatkan empat unit tandon air di beberapa titik strategis di Kelurahan Kuin Cerucuk. Air bersih tersebut dipasok menggunakan mobil tangki secara berkala agar masyarakat dapat mengaksesnya dengan lebih mudah untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan minum.

“Kita bersama Kapolresta, jajaran direksi PAM Bandarmasih dan juga komisaris memantau sekaligus menyalurkan air bersih. Di Kelurahan Kuin Cerucuk ini ada empat tandon,” ujar Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin.

Muhammad Yamin menjelaskan bahwa distribusi ini merupakan langkah antisipasi sementara. Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen untuk terus menyuplai air bersih melalui mobil tangki hingga kondisi ketersediaan air baku di wilayah tersebut kembali normal. Ia berharap fenomena kemarau ini dapat segera berakhir sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat tidak lagi mengalami kendala.

Dampak Kemarau bagi Masyarakat Setempat

Kesulitan air bersih telah dirasakan oleh warga Kuin Cerucuk dalam kurun waktu yang bervariasi. Salah seorang warga, Rahmadina, mengungkapkan bahwa gangguan layanan air ledeng sudah berlangsung sekitar satu bulan. Selain debit air yang sangat kecil, air yang sesekali mengalir pun terasa asin sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.

Sebelum adanya bantuan tandon dari pemerintah, warga terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air bersih per galon. Kondisi serupa juga dialami oleh Acil Amun, warga lainnya yang mengaku sudah merasakan gangguan kualitas air selama tiga bulan terakhir. Menurutnya, bantuan air bersih yang dijadwalkan dua kali sepekan, yakni pada hari Kamis dan Minggu, sangat membantu kebutuhan rumah tangga mereka.

Dalam sehari, satu keluarga di wilayah tersebut setidaknya membutuhkan sekitar 50 liter air bersih untuk mencuci, memasak, dan minum. Warga menyambut baik respons cepat dari pemerintah dan pihak terkait. Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berupaya agar distribusi bantuan tetap terjaga hingga keadaan pasokan air baku kembali stabil dan normal kembali bagi seluruh warga terdampak.