Kalselinside.com — Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin bersama Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR baru-baru ini melakukan peninjauan langsung ke kantor PT Air Minum (PAM) Bandarmasih pada Selasa. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan air baku yang mencukupi bagi seluruh masyarakat kota, sebuah kebutuhan fundamental yang tidak boleh terganggu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pengecekan tersebut difokuskan pada pemantauan kondisi debit dan kualitas air baku, serta kesiapan langkah antisipasi yang akan diambil jika terjadi penurunan pasokan. Hal ini krusial untuk mencegah potensi gangguan pelayanan air bersih kepada warga, terutama mengingat tantangan musim kemarau yang mungkin memengaruhi sumber daya air di wilayah tersebut.

Fokus Pemantauan Debit dan Kualitas Air Baku

Dalam peninjauan tersebut, Kapolresta dan Wali Kota secara mendalam berinteraksi dengan petugas PAM Bandarmasih. Dialog ini dirancang untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi pasokan air baku, tingkat kualitas air, serta kesiapan operasional petugas dalam menghadapi potensi penurunan debit air yang bisa terjadi kapan saja, terutama di musim kemarau.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin menegaskan komitmen kepolisian untuk mendukung penuh upaya pemerintah kota. Dukungan ini vital dalam menjaga agar distribusi air kepada masyarakat tetap berjalan lancar dan kondusif, tanpa ada hambatan yang berarti, demi kenyamanan dan kesehatan warga.

“Kami siap mendukung pemerintah kota dalam menjaga distribusi air agar tetap lancar dan kondusif,” tegas Kombes Pol Riza Muttaqin.

Sinergi Lintas Sektor untuk Kebutuhan Dasar Masyarakat

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR menyoroti pentingnya sinergi dan koordinasi yang kuat antar berbagai sektor. Menurutnya, kolaborasi ini esensial untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih, tetap terpenuhi secara optimal. Hal ini menjadi prioritas utama di tengah tantangan yang ditimbulkan oleh musim kemarau, yang kerap kali menyebabkan penurunan volume air di sumber-sumber utama.

Pemantauan langsung semacam ini berfungsi sebagai langkah proaktif untuk mengidentifikasi potensi gangguan pasokan sejak dini. Dengan demikian, pemerintah daerah, kepolisian, dan pengelola layanan air minum dapat memperkuat koordinasi untuk merumuskan strategi penanganan yang efektif. Ini juga merupakan upaya nyata untuk mencegah krisis air bersih yang dapat berdampak luas pada kehidupan sehari-hari warga, mulai dari sanitasi hingga kegiatan rumah tangga.

Antisipasi Gangguan dan Keberlanjutan Pelayanan

Kondisi debit air baku dan kualitas air merupakan dua aspek fundamental yang memerlukan pemantauan rutin dan berkala. Data dari pemantauan ini memungkinkan pengelola PAM Bandarmasih untuk segera menyiapkan langkah-langkah penyesuaian operasional apabila terjadi perubahan signifikan pada kondisi sumber air. Misalnya, perubahan pola distribusi atau penggunaan teknologi pengolahan air yang lebih canggih untuk mempertahankan standar kualitas.

Selain menjaga ketersediaan pasokan, kesiapan sistem distribusi juga menjadi fokus utama. Tujuannya adalah memastikan bahwa masyarakat tetap memperoleh layanan air bersih secara berkelanjutan, bahkan di wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak penurunan tekanan atau gangguan aliran. Ketersediaan infrastruktur dan personel yang sigap menjadi kunci dalam menjamin pelayanan prima dan responsif terhadap keluhan warga.

Melalui peninjauan dan penguatan koordinasi ini, Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Polresta Banjarmasin menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih. Langkah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh dan mengantisipasi potensi gangguan distribusi air jauh lebih awal, sehingga kesejahteraan warga tetap terjaga dan dampak musim kemarau dapat diminimalisir.

Reporter / Penulis: Syarif Hidayatullah  |  Editor: Budi Santoso
Sumber: Rilis Pers / Diolah Tim Redaksi