Kalselinside.com — Pemerintah Kota Banjarmasin terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan dan standar pelayanan minimum bagi masyarakat. Dalam rangkaian perayaan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, sebuah fasilitas sanitasi baru berupa toilet umum yang representatif resmi dibuka untuk warga, khususnya di kawasan Sungai Baru dan Pekapuran Laut.
Peresmian fasilitas ini berlangsung pada Kamis (24/9) petang di Jalan Pekapuran Laut B, RT 02, Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Kehadiran sarana ini menjadi kado istimewa bagi warga setempat, mengingat lokasinya yang strategis dan sangat dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan dasar sanitasi harian. Pembangunan fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Banjarmasin dengan PAM Bandarmasih melalui program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Komitmen Penghapusan Jamban di Bantaran Sungai
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menegaskan bahwa pembangunan toilet umum bukan sekadar upaya menata infrastruktur permukiman di tepian sungai. Lebih dari itu, langkah ini diambil untuk mengubah perilaku masyarakat agar tidak lagi membuang air besar maupun kecil secara sembarangan langsung ke aliran sungai.
“Setelah sebelumnya kolaborasi dengan BWS untuk menormalisasi sungai, kami melihat kondisi pengelolaan sanitasi di sini agak kurang, sehingga kami bersama dengan PAM Bandarmasih memanfaatkan lahan milik pemko yang ada di sekitar untuk kemudian dibangun toilet,” ujar Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin.
Dalam kesempatan tersebut, Yamin menunjukkan keseriusannya dalam membenahi sanitasi lingkungan dengan ikut serta melakukan pembongkaran jamban liar yang masih ditemukan di bantaran sungai, dibantu oleh jajaran Dinas PUPR Banjarmasin. Tindakan ini merupakan pesan tegas bahwa pemerintah tidak akan membiarkan praktik sanitasi yang mencemari lingkungan terus berlangsung di tengah kota.
Langkah Strategis dan Pendekatan Persuasif ke Depan
Upaya pembenahan sanitasi di Banjarmasin tidak berhenti pada satu titik lokasi saja. Yamin telah memberikan instruksi khusus kepada jajaran Camat dan Lurah agar secara aktif melakukan pemantauan dan pengawasan di wilayah masing-masing, terutama di area yang masih memiliki permukiman di jalur sungai, seperti kawasan Kelayan.
Pendekatan yang ditekankan oleh Wali Kota adalah cara-cara persuasif. Pihak kelurahan dan kecamatan diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada warga mengenai pentingnya beralih dari penggunaan MCK tradisional atau jamban sungai menuju toilet pribadi maupun toilet umum yang telah memenuhi standar kesehatan. Hal ini dianggap krusial untuk menjaga kelestarian ekosistem air sekaligus kesehatan masyarakat jangka panjang.
Selain peresmian fasilitas toilet, kegiatan di lokasi tersebut juga diramaikan dengan agenda pendukung lainnya, yakni pasar murah dan layanan cek kesehatan gratis. Inisiatif ini semakin memperkuat kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, memastikan bahwa kebutuhan dasar warga tidak hanya terpenuhi dari sisi infrastruktur sanitasi, tetapi juga akses terhadap kebutuhan pokok dan layanan kesehatan yang lebih terjangkau.
Melalui berbagai ikhtiar ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap pengelolaan limbah domestik dapat dikelola dengan lebih optimal, aman, dan merata. Langkah konkret ini diharapkan mampu menekan angka pencemaran lingkungan sekaligus menciptakan kota yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat di masa depan.


