Kalselinside.com — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu. Pada Kamis lalu, lembaga ini menyalurkan puluhan bantuan modal dan sarana usaha dalam sebuah program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga dhuafa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penyerahan bantuan yang merupakan bagian dari program “Banjarmasin Sejahtera Tahun 2026” ini berlangsung di Gedung Sekber Banjarmasin. Sebanyak 25 penerima manfaat yang telah melalui proses verifikasi ketat, mendapatkan dukungan finansial bervariasi antara Rp2 juta hingga Rp3 juta, dengan total nilai bantuan mencapai Rp53 juta.

Dampak Positif Bantuan bagi Peningkatan Ekonomi Keluarga

Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Banjarmasin, H Nortajidi, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para penerima agar dapat memulai atau mengembangkan usaha mereka. Tujuannya sangat jelas, yaitu agar mereka bisa mandiri secara ekonomi dan memperbaiki kualitas hidup keluarga mereka.

Nortajidi menegaskan bahwa seluruh dana bantuan yang disalurkan berasal dari kumpulan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) yang telah dipercayakan oleh masyarakat kepada Baznas. Hal ini menunjukkan pentingnya peran serta komunitas dalam mendukung program-program kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.

Program tahunan ini menyasar individu dan keluarga yang memang berhak menerima ZIS, khususnya mereka yang masuk dalam kategori desil 1-3 penerima bantuan sosial dari pemerintah. Proses verifikasi lapangan yang ketat dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan, sehingga tujuan untuk memberdayakan ekonomi keluarga dapat tercapai secara efektif.

Ragam Program Baznas dan Ajakan Berpartisipasi

Selain bantuan modal dan sarana usaha, Baznas Kota Banjarmasin juga memiliki berbagai program lain yang bertujuan untuk menyalurkan ZIS masyarakat. Program-program tersebut mencakup bedah rumah bagi keluarga tidak mampu, pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil dari keluarga prasejahtera untuk mencegah stunting pada anak, santunan kepada para lanjut usia (lansia), serta beasiswa pendidikan bagi siswa hingga mahasiswa yang membutuhkan.

Nortajidi mengajak seluruh lapisan masyarakat yang memiliki kemampuan finansial untuk menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah mereka melalui Baznas. Ia menekankan bahwa penyaluran melalui Baznas menjamin akuntabilitas dan ketepatan sasaran, karena dana tersebut akan didistribusikan kepada pihak-pihak yang berhak melalui berbagai program yang telah terstruktur dan teruji efektivitasnya dalam membantu meningkatkan kesejahteraan sosial.

Partisipasi aktif dari masyarakat dalam menyalurkan ZIS memiliki dampak yang sangat signifikan. Setiap rupiah yang disumbangkan tidak hanya menjadi amal ibadah, tetapi juga menjadi harapan baru bagi banyak keluarga untuk keluar dari kesulitan ekonomi, membangun masa depan yang lebih baik, dan berkontribusi pada terciptanya masyarakat Banjarmasin yang lebih sejahtera secara keseluruhan.

Kisah Inspiratif: Bahrani Memulai Lembaran Baru dengan Bantuan Baznas

Salah satu penerima bantuan yang merasakan langsung manfaat dari program ini adalah Bahrani. Ia adalah seorang buruh angkut di pelabuhan yang kini jarang mendapatkan pekerjaan. Dengan bantuan dari Baznas Kota Banjarmasin, Bahrani kini memiliki sebuah sepeda lengkap dengan peralatan dan barang dagangan untuk berjualan minuman kopi dan teh keliling.

“Saya sangat bersyukur atas bantuan ini,” ungkap Bahrani dengan haru. “Dengan usaha baru ini, saya bisa mencari rezeki setiap hari untuk keluarga.” Bahrani berjanji akan berusaha rajin dan semangat dalam menjalankan usaha barunya. Kisahnya menjadi bukti nyata bagaimana bantuan kecil namun tepat sasaran dapat membuka pintu rezeki dan memberikan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang.

Pengalaman Bahrani mencerminkan dampak praktis dari program Baznas. Ini bukan hanya tentang pemberian uang atau barang, melainkan tentang memberdayakan individu untuk menciptakan sumber penghasilan mereka sendiri, yang pada gilirannya akan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan memutus rantai kemiskinan di tingkat mikro. Inisiatif seperti ini sangat krusial dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan mandiri.