Kalselinside.com — Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengambil langkah signifikan dalam upaya peningkatan kualitas hidup warganya dengan meresmikan fasilitas toilet umum di kawasan permukiman pinggir sungai. Peresmian yang dilakukan di Jalan Pekapuran Laut B, RT 02, Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah pada hari Kamis, menandai komitmen Pemkot untuk memenuhi kebutuhan sanitasi yang layak bagi masyarakat setempat. Inisiatif ini merupakan bagian dari penataan menyeluruh kawasan permukiman di wilayah Sungai Baru dan Pekapuran Laut.
Kehadiran toilet umum ini menjadi solusi konkret setelah dilakukannya penataan bangunan dan normalisasi sungai di area tersebut. Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, menekankan bahwa penyediaan fasilitas sanitasi modern ini sangat krusial, terutama untuk mengatasi kebiasaan lama warga yang masih membuang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK) langsung ke sungai. Praktik ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Sanitasi Lingkungan
Pembangunan fasilitas sanitasi berupa toilet umum ini tidak lepas dari dukungan penuh program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Air Minum Bandarmasih, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkot Banjarmasin. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan BUMD ini menunjukkan sinergi yang efektif dalam mewujudkan proyek-proyek yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Lahan yang digunakan untuk pembangunan toilet ini juga merupakan milik Pemerintah Kota Banjarmasin, memastikan keberlanjutan dan aksesibilitas fasilitas tersebut.
Wali Kota Yamin menjelaskan bahwa sebelumnya, Pemkot Banjarmasin telah berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III untuk melakukan normalisasi sungai di kawasan tersebut. Setelah proses normalisasi yang bertujuan mengembalikan fungsi dan kebersihan sungai, timbul kesadaran akan kondisi pengelolaan sanitasi yang masih kurang optimal. Oleh karena itu, pembangunan toilet umum menjadi prioritas untuk melengkapi upaya penataan lingkungan yang lebih luas, memastikan tidak hanya keindahan visual tetapi juga kesehatan lingkungan dan warganya.
Menghentikan Kebiasaan Lama dan Menuju Sanitasi Modern
Peresmian toilet umum yang lebih representatif ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan sebuah gerakan untuk mengubah kebiasaan masyarakat. Wali Kota Yamin secara tegas mengingatkan bahwa sudah semestinya tidak ada lagi jamban atau toilet apung yang berdiri di sepanjang bantaran sungai. Keberadaan jamban-jamban tersebut merupakan salah satu penyebab utama pencemaran air sungai, yang berdampak langsung pada ekosistem dan kesehatan publik.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Wali Kota Yamin didampingi tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin, langsung membongkar jamban terakhir yang masih terlihat di kawasan tersebut. Tindakan ini diharapkan menjadi pesan kuat bagi seluruh warga akan keseriusan pemerintah dalam menata lingkungan dan mendorong praktik sanitasi yang lebih baik. Ke depan, Yamin juga meminta perangkat daerah terkait, seperti Camat dan Lurah, terutama di wilayah yang dilintasi sungai, untuk aktif turun ke lapangan. Mereka diminta melakukan pengecekan rutin dan menindaklanjuti apabila masih ditemukan jamban-jamban liar.
Edukasi dan Pendekatan Persuasif untuk Perubahan Perilaku
Pemerintah Kota Banjarmasin menyadari bahwa perubahan perilaku masyarakat memerlukan pendekatan yang komprehensif. Wali Kota Yamin menyoroti perlunya pendekatan persuasif oleh pihak kecamatan dan kelurahan di kawasan lain, seperti Kelayan yang juga memerlukan perhatian serius. Sosialisasi intensif kepada masyarakat menjadi kunci agar mereka beralih dari praktik MCK (Mandi, Cuci, Kakus) tradisional, yang seringkali berupa jamban di atas sungai, menuju penggunaan toilet pribadi atau toilet umum yang telah sesuai standar sanitasi.
Dengan adanya program ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap pengelolaan sanitasi, termasuk sistem air limbah, di seluruh wilayah kota dapat berjalan lebih optimal, aman, dan merata. Langkah ini merupakan bentuk ikhtiar kolektif untuk secara signifikan mengurangi tingkat pencemaran lingkungan. Sanitasi yang baik adalah fondasi bagi kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan, terutama bagi Banjarmasin yang dikenal sebagai “Kota Seribu Sungai”, di mana kebersihan dan kesehatan sungai menjadi cerminan kesejahteraan warganya.


