Kalselinside.com — PT Bank Kalsel mengambil langkah strategis dengan mengumumkan rencana pendirian sebuah institusi pendidikan tinggi bernama ‘Aksel University’. Universitas ini akan difokuskan untuk mendalami sektor perbankan syariah, sebuah bidang yang terus berkembang pesat di Indonesia. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Bank Kalsel, H Fachrudin, di Banjarmasin.
Peluncuran Aksel University direncanakan berlangsung pada bulan Oktober mendatang. Momentum yang dipilih cukup istimewa, yakni bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, sebuah tanggal yang sarat makna kebangsaan dan semangat juang pemuda Indonesia.
Fokus pada Perbankan Syariah dan Waktu Peluncuran
H Fachrudin menegaskan komitmen Bank Kalsel untuk membentuk Aksel University sebagai wadah pendidikan yang spesifik. Fokus utama universitas ini adalah perbankan syariah, yang menunjukkan visi Bank Kalsel dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Tanah Air, khususnya di Kalimantan Selatan. Langkah ini diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia unggul yang memiliki pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip dan praktik perbankan syariah.
“Insya Allah kita akan bentuk/dirikan Aksel Universitas,” ujar Fachrudin saat menyampaikan rencana besar ini. Ia menambahkan, “Insya Allah Aksel Universitas kita luncurkan Oktober atau bertepatan Hari Sumpah Pemuda.”
Pengumuman penting ini disampaikan Fachrudin di sela-sela acara bedah buku dan pelepasan purna tugas Prof. Dr HA Hafiz Anshary AZ MA di Auditorium Mastur Jahri Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin pada hari Senin, 28 September 2026. Pemilihan momen ini menunjukkan bahwa pengumuman tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara yang merayakan kontribusi intelektual dan pengabdian.
Acara Bedah Buku dan Pelepasan Purna Tugas Prof. Hafiz Anshary
Acara utama pada hari itu adalah bedah buku yang mengulas dua karya penting Prof. Dr HA Hafiz Anshary AZ MA, yaitu “Dari Pesantren Menuju Kepemimpinan Demokrasi Nasional” dan “Jejak Langkah Sang Ulama, Akademisi dan Penjaga Demokrasi”. Kedua buku ini menyoroti perjalanan karier Prof. Hafiz Anshary yang unik, dari seorang santri hingga menjadi akademisi dan bahkan Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), sebuah pencapaian yang jarang ditempuh oleh banyak orang.
Diskusi buku tersebut menghadirkan pembahas utama yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, yang sengaja datang ke Banjarmasin untuk acara ini, serta Direktur Pascasarjana UIN Antasari Prof Dr Mujiburrahman. Kehadiran para tokoh ini memberikan bobot dan kedalaman pada diskusi tentang jejak langkah dan pemikiran Prof. Hafiz Anshary.
Penghargaan dan Harapan untuk Pengabdian Berkelanjutan
Dalam sambutannya, Rektor UIN Antasari Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd, yang merupakan rektor perempuan pertama sepanjang sejarah Perguruan Tinggi Islam Negeri tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi. Ia menekankan bahwa purna tugas hanyalah akhir dari status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), namun pintu pengabdian dan sumbangsih pemikiran masih terbuka lebar. UIN Antasari, serta Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, masih sangat mengharapkan kontribusi Prof. Hafiz untuk kemajuan institusi.
“Oleh karena itu, kami masih berharap Prof Hafiz tetap memberi sumbang pemikiran guna kemajuan UIN Antasari,” tutur Nida Mufidah, menggambarkan harapan besar komunitas akademik terhadap Prof. Hafiz Anshary.
Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, yang sambutannya dibacakan oleh Asisten III Setdaprov setempat, Dinansyah, juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi Prof. Hafiz Anshary selama ini. Prof. Hafiz sendiri telah mengabdi di UIN (sebelumnya IAIN) Antasari selama lebih kurang 40 tahun. Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai pengawas Bank Kalsel Syari’ah selama sekitar tujuh tahun pada masa kepemimpinan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, atau yang akrab disapa Paman Birin. Pengalaman Prof. Hafiz di berbagai sektor ini mencerminkan kekayaan intelektual dan pengabdiannya kepada masyarakat dan negara.


