Kalselinside.com — Dalam setiap untaian doa yang dipanjatkan oleh seorang Muslim, ada satu permohonan yang begitu akrab di telinga dan hati. Doa ini seringkali diucapkan setelah menunaikan salat fardhu, saat berada di Tanah Suci Makkah dalam ibadah tawaf mengelilingi Ka’bah, ataupun ketika mengikuti majelis ilmu. Doa yang dimaksud adalah doa sapu jagat, yang lafaznya dikenal dengan Rabbana atina fid dunya hasanah.
Doa ini merupakan permohonan yang komprehensif kepada Allah SWT, memohon agar diberikan segala bentuk kebaikan di dunia dan juga di akhirat. Maknanya yang luas dan menyeluruh menjadikannya salah satu doa favorit Rasulullah SAW dan anjuran bagi umatnya untuk senantiasa melafalkannya.
Asal Mula dan Lafaz Doa Rabbana Atina Fid Dunya Hasanah
Doa sapu jagat ini bukan sekadar rangkaian kata biasa, melainkan petikan langsung dari ayat suci Al-Qur’an. Doa ini terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 201, menegaskan kedudukannya yang sangat mulia dalam ajaran Islam. Berikut adalah lafaz doa tersebut beserta terjemahannya:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzabannar.
Artinya: “Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”
Kehadiran doa ini dalam Al-Qur’an menunjukkan betapa pentingnya keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat dalam pandangan Islam. Seorang Muslim dianjurkan untuk tidak hanya fokus pada kehidupan fana di dunia, tetapi juga mempersiapkan diri untuk kehidupan abadi di akhirat.
Mengapa Doa Ini Menjadi Favorit Rasulullah SAW?
Doa Rabbana atina fid dunya hasanah dikenal juga sebagai doa favorit Rasulullah SAW. Hal ini bukan tanpa alasan. Pelafalannya yang singkat dan mudah diingat, namun memiliki makna yang begitu luas, menjadikannya istimewa. Doa ini mencakup segala hal yang dibutuhkan seorang hamba, baik untuk kehidupannya di dunia maupun keselamatan di akhirat.
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa doa yang paling sering dibaca oleh Nabi SAW adalah:
“اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allahumma aatinaa fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar.
Artinya: Ya Allah, karuniakan kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kutipan hadits ini menunjukkan betapa Rasulullah SAW, sebagai teladan umat, sangat mengutamakan doa ini dalam kesehariannya. Ini menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam untuk senantiasa melafalkan doa ini, meneladani kebiasaan terbaik dari Nabi Muhammad SAW.
Interpretasi Mendalam Arti ‘Hasanah’ dalam Doa Sapu Jagat
Kata ‘hasanah’ dalam doa ini memiliki cakupan makna yang sangat luas dan telah dijelaskan oleh para ulama. Beberapa di antaranya memberikan penafsiran yang saling melengkapi, menunjukkan kedalaman makna doa ini:
Menurut Imam Qatadah: Keselamatan Dunia dan Akhirat
Imam Qatadah memaknai kata ‘hasanah’ sebagai ‘afiyah, yang berarti keselamatan dunia dan akhirat. Kisah di zaman Nabi SAW menggambarkan pentingnya makna ini. Ada seseorang yang berdoa agar hukumannya di akhirat disegerakan di dunia. Akibatnya, ia jatuh sakit parah. Ketika Rasulullah SAW mendengar kabar tersebut, beliau bersabda, “Sesungguhnya tak ada satupun yang mampu menanggung hukuman dari Allah SWT. Berdoalah dengan doa rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzabannar.” Tidak lama setelah itu, Allah SWT membebaskan orang tersebut dari penderitaannya. Kisah ini mengajarkan bahwa ‘hasanah’ yang sejati adalah keselamatan dari segala penderitaan, baik di dunia maupun di akhirat.
Menurut Imam Ath-Thabari: Segala Bentuk Kebaikan
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa ‘hasanah’ dalam doa ini mencakup segala bentuk kebaikan di dunia. Kebaikan tersebut tidak hanya terbatas pada limpahan harta benda atau pangkat yang tinggi, tetapi juga meliputi kesehatan, keselamatan, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan kesempatan untuk beribadah dengan baik. Sementara itu, ‘hasanah’ di akhirat berarti balasan surga untuk segala kebaikan yang telah dilakukan, serta kenikmatan abadi bagi hamba yang beriman. Ini menegaskan bahwa doa ini adalah permohonan untuk kebahagiaan yang paripurna, baik fisik maupun spiritual, di dunia maupun di akhirat.
Penjelasan Al-Qohtony dan Imam Nawawi: Rincian Kebaikan yang Dipohon
M. Ghofur dalam bukunya ‘Rahasia Dahsyat Energi Doa Sapu Jagat’ menjelaskan pemaknaan doa ini menurut Al-Qohtony, merinci setiap bagian dari doa:
- Rabbana atina: Karuniakanlah kepada kami. Ini adalah seruan dan permohonan tulus kepada Tuhan.
- Fid dunya hasanah: Dunia yang baik. Mencakup ilmu yang bermanfaat, amal saleh, ampunan dosa, kesehatan yang prima, rezeki yang halal dan berkah, kehidupan yang tentram, hati yang senantiasa merasa cukup, dan keturunan yang saleh dan salehah.
- Wa fil akhiroti hasanah: Kebaikan akhirat. Ini meliputi ampunan atas segala dosa, jaminan masuk surga, derajat yang tinggi di sisi Allah SWT, mendapat rida-Nya, kesempatan bertemu dengan para ahli surga, dan berkumpul bersama penghuni surga yang mulia.
- Wa qina ‘adzabannar: Perlindungan dari neraka jahanam. Permohonan ini mencakup dijauhkan dari panasnya api neraka, racun-racun neraka, rasa lapar dan haus yang tak tertahankan, serta kesempitan dan kegelapan kubur.
Imam Nawawi dalam Syarh Sahih Muslim juga menjelaskan bahwa ‘fid dunya hasanah’ bermakna ibadah dan kesehatan, sedangkan ‘wa fil akhirah’ bermakna surga dan ampunan dari Allah SWT. Namun, banyak ulama lain sepakat bahwa makna kebaikan dalam doa sapu jagat ini bersifat umum, mencakup seluruh kebaikan yang dapat dibayangkan, baik di dunia maupun di akhirat.
Dengan memahami makna yang begitu dalam dan luas ini, seorang Muslim akan semakin termotivasi untuk senantiasa melafalkan doa Rabbana atina fid dunya hasanah. Doa ini adalah jembatan penghubung antara harapan manusia dengan kemurahan Allah SWT, memohonkan kebaikan yang menyeluruh dan perlindungan dari segala keburukan, demi mencapai kebahagiaan abadi di sisi-Nya.


