Kalselinside.com — Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tahun sebagai momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur ideologi negara. Peringatan ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa akan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai ancaman yang berusaha menggoyahkan ideologi Pancasila. Upacara bendera diselenggarakan secara serentak, baik di tingkat pusat, lingkungan kementerian dan lembaga, hingga ke seluruh satuan pendidikan di Indonesia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelaksanaan upacara bendera tidak hanya sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan atas perjuangan bangsa dalam mempertahankan Pancasila. Dalam setiap penyelenggaraannya, terdapat urutan protokol resmi yang wajib diikuti agar suasana khidmat tetap terjaga. Selain rangkaian prosesi, pembacaan ikrar dan doa menjadi inti dari peringatan ini yang memuat pesan moral serta harapan bagi masa depan bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur.

Urutan Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Penyelenggaraan upacara Hari Kesaktian Pancasila mengikuti pedoman resmi yang telah ditetapkan. Berikut adalah urutan susunan upacara yang lazim dilaksanakan di berbagai instansi dan sekolah:

  • Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara yang dipimpin oleh Komandan Upacara.
  • Laporan Komandan Upacara bahwa upacara siap dimulai.
  • Mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Inspektur Upacara untuk mengenang jasa para pahlawan.
  • Pembacaan Teks Pancasila secara lantang.
  • Pembacaan Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  • Pembacaan Naskah Ikrar sebagai komitmen bersama menjaga keutuhan bangsa.
  • Pembacaan Naskah Doa untuk keselamatan dan kemajuan negeri.
  • Lagu Andhika Bhayangkari (disesuaikan dengan kondisi setempat).
  • Laporan Komandan Upacara bahwa seluruh rangkaian upacara telah selesai.
  • Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara sebagai penutup.

Naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

Salah satu poin krusial dalam upacara ini adalah pembacaan naskah ikrar. Naskah ini menegaskan tekad bangsa untuk tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila. Berikut adalah isi teks ikrar tersebut:

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan dan kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara.

Dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka, di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Doa Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Rangkaian upacara ditutup dengan doa bersama. Doa ini dipanjatkan untuk memohon perlindungan Tuhan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kejujuran, kerendahan hati, dan kemampuan untuk menjaga harmoni dalam keberagaman.

Bismillahirohmannirrohim. Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala ali sayyidina Muhammad. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi, anugerahi kami kejujuran dan kerendahan hati, anugerahi kami untuk selalu menghargai, anugerahi kami kemampuan selalu berbakti, anugerahi kami senantiasa pandai mengapresiasi. Ya Allah, Tuhan yang merajut hati para pendahulu kami, mengilhami para pendiri ibu pertiwi, meneguhkan Pancasila sebagai falsafah hidup dan jatidiri.

Ya Allah, Tuhan yang mencipta harmoni dalam keberagaman, jauhkan kami dari iri dan dengki, jauhkan kami dari amarah yang membakar diri, jauhkan kami dari saling mencaci, dan jauhkan kami dari niat saling mencabik serta merusak negeri. Terangi kami menuju jalan cahaya, menuju Indonesia Maju nan Sentosa. Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar. Walhamdulillahi robbil ‘alamin.

Reporter / Penulis: Nadya Khairunnisa  |  Editor: clove