Kalselinside.com — Pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Kota Banjarmasin resmi dilantik dalam sebuah seremoni yang berlangsung di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin, pada Sabtu (19/9/2026). Pelantikan ini menandai dimulainya masa kepengurusan baru di bawah arahan Ketua TI Kalsel, Pigerhani Agustina, yang diharapkan dapat membawa angin segar bagi perkembangan cabang olahraga bela diri ini di wilayah tersebut.
Ketua TI Banjarmasin, Jufhari, menegaskan bahwa jabatan ini bukanlah sekadar posisi struktural, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk memajukan kualitas atlet. Ia menekankan pentingnya organisasi yang solid sebagai fondasi utama dalam menciptakan sistem pembinaan yang berjenjang, mulai dari tingkat dasar hingga profesional, agar mampu mencetak atlet yang kompetitif di kancah nasional maupun internasional.
Pentingnya Pembinaan Atlet yang Berkelanjutan
Menurut Jufhari, prestasi atlet taekwondo tidak bisa diraih secara instan. Diperlukan sinergi antara program latihan yang berkesinambungan, ketersediaan pelatih yang berkualitas, serta dukungan sarana prasarana yang memadai. Seluruh jajaran pengurus diminta untuk menjalankan fungsi masing-masing dengan penuh tanggung jawab demi memastikan proses regenerasi atlet berjalan dengan baik.
Selain penguatan internal organisasi, Jufhari juga menyoroti perlunya dukungan nyata dari pemerintah daerah. Ia berharap adanya alokasi anggaran pembinaan yang lebih proporsional, transparan, dan berbasis pada program prestasi. Dukungan finansial ini dinilai sangat krusial untuk membiayai berbagai kebutuhan vital, seperti perlengkapan atlet, pemusatan latihan (TC), serta partisipasi dalam berbagai kejuaraan resmi.
Sinergi dan Komitmen Transparansi Anggaran
Menanggapi potensi bantuan dana dari pemerintah, Jufhari berkomitmen untuk mengelola setiap dukungan dengan sistem pelaporan serta evaluasi yang terukur. Ia menegaskan bahwa dana tersebut nantinya akan difokuskan pada kebutuhan riil pembinaan, seperti peningkatan kualitas pelatih dan intensitas latihan atlet, guna memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak positif bagi prestasi daerah.
Olahraga diyakini memiliki peran vital dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sehat, dan tangguh. Oleh karena itu, investasi pada cabang olahraga seperti taekwondo dipandang sebagai langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di Banjarmasin. Jufhari berharap agar pemerintah daerah memandang dukungan ini sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
Harapan untuk Masa Depan Taekwondo
Ketua TI Kalsel, Pigerhani Agustina, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus yang baru saja dilantik. Ia berharap kepengurusan ini mampu menjaga kesinambungan pembinaan yang telah dirintis sebelumnya. Sinergi antara pengurus, pelatih, klub, dan dojang di seluruh Banjarmasin menjadi kunci utama dalam memperkuat ekosistem taekwondo yang lebih sehat.
Dengan adanya kepengurusan yang solid dan visi yang terarah, diharapkan taekwondo di Banjarmasin tidak hanya mampu melahirkan atlet-atlet berbakat, tetapi juga mampu menjadi barometer prestasi olahraga di tingkat provinsi. Kolaborasi yang kuat antara pengurus pusat, daerah, dan pemerintah diharapkan mampu menjawab tantangan dunia olahraga yang semakin kompetitif di masa depan.


