Kalselinside.com — Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan kembali membuahkan hasil dalam misi pencarian korban kecelakaan laut KM Virgo Transport 8. Dua jasad korban dilaporkan berhasil ditemukan di wilayah perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Penemuan ini menjadi titik terang baru setelah upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh tim penyelamat di lapangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Setelah ditemukan, kedua jasad korban tersebut langsung dievakuasi oleh petugas untuk dibawa menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Langkah cepat ini diambil guna memastikan jenazah mendapatkan penanganan yang layak serta segera memasuki tahapan identifikasi medis oleh pihak berwenang.

Evakuasi ke Pos TNI AL Kumai

Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, membenarkan adanya penemuan dua jasad korban tersebut. Pihaknya menjelaskan bahwa setelah berhasil diangkat dari lokasi penemuan di Seruyan, kedua korban langsung dilarikan ke Pos TNI AL Kumai di Kotawaringin Barat untuk penanganan awal.

“Hari ini kita kembali menemukan dua korban di daerah Seruyan. Kedua korban dibawa ke Pos TNI AL Kumai untuk selanjutnya mendapatkan penanganan dan proses identifikasi oleh tim terkait,” ujar Kepala SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana.

Proses identifikasi ini sangat penting untuk mencocokkan data korban dengan manifes penumpang atau kru kapal KM Virgo Transport 8. Tim medis dan kepolisian akan bekerja sama untuk memastikan identitas resmi kedua korban tersebut sebelum nantinya diserahkan kepada pihak keluarga yang menunggu.

Operasi SAR Terus Dilakukan secara Maksimal

I Putu Sudayana juga menegaskan bahwa penemuan ini tidak menghentikan jalannya operasi pencarian. Tim SAR Gabungan berkomitmen untuk terus menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban lainnya. Seluruh kekuatan yang tersedia akan dikerahkan guna memaksimalkan hasil di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, operasi pencarian ini membagi tim ke dalam beberapa sektor penjelajahan. Petugas menyisir wilayah perairan menggunakan kapal penyelamat, sementara tim darat memantau area pesisir pantai untuk mengantisipasi adanya korban yang terbawa arus hingga ke daratan. Koordinasi yang kuat antar-instansi menjadi kunci utama kelancaran operasi ini.

Atas dedikasi tersebut, Kepala SAR Banjarmasin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam SAR Gabungan. Operasi kemanusiaan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari personel Basarnas, jajaran TNI, Polri, hingga potensi SAR dari masyarakat sipil dan relawan setempat yang terus bersiaga tanpa kenal lelah.