Kalselinside.com — Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen kuat dalam upaya penanggulangan banjir dengan mengalokasikan anggaran untuk penambahan unit alat berat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan program pembenahan dan normalisasi aliran sungai di kota tersebut. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2026, penambahan alat berat ini diharapkan dapat mempercepat proses revitalisasi sungai yang krusial bagi ketahanan Banjarmasin terhadap ancaman banjir.
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa penambahan unit alat berat ini adalah prioritas untuk mendukung upaya revitalisasi dan normalisasi sungai-sungai. Kondisi geografis Banjarmasin yang dikelilingi banyak sungai menjadikan pemeliharaan dan pengerukan sungai sebagai kunci utama dalam sistem pengendalian banjir. Keputusan ini menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan warganya dari dampak genangan air.
Peningkatan Kapasitas dengan Excavator Amfibi
Alat berat yang menjadi fokus penambahan adalah excavator jenis amfibi. Jenis excavator ini sangat dibutuhkan karena kemampuannya beroperasi di area sungai yang sulit dijangkau oleh alat berat darat biasa. Saat ini, Pemerintah Kota Banjarmasin baru memiliki satu unit excavator amfibi, ditambah beberapa unit excavator darat. Dengan penambahan ini, kapasitas pengerjaan dan pembersihan sungai diharapkan meningkat signifikan. Wali Kota Yamin menargetkan bahwa tahun ini, sebanyak 100 titik sungai di Banjarmasin akan dinormalisasi dan dibenahi melalui pengerukan serta pelebaran badan sungai.
Fokus Pengerukan dan Prioritas Lokasi
Optimalisasi pengerjaan normalisasi sungai dilakukan secara intensif terutama saat musim kemarau. Periode ini dipilih karena kondisi air sungai yang lebih surut, memudahkan proses pengerukan dan pembersihan endapan lumpur serta sampah. Peningkatan kegiatan ini menjadi krusial untuk mengembalikan kedalaman dan lebar alami sungai, sehingga mampu menampung volume air yang lebih besar saat musim hujan tiba dan mengurangi risiko banjir.
Beberapa lokasi sungai menjadi prioritas utama dalam program pengerukan ini. Sungai-sungai yang tampak jelas di area publik dan padat penduduk menjadi fokus awal pembenahan. Ini termasuk sungai-sungai di sepanjang jalan-jalan utama seperti Jalan A Yani, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Sutoyo, yang seringkali menjadi titik genangan air saat hujan deras.
Selain itu, pengerjaan juga menyasar sungai-sungai di wilayah permukiman padat penduduk, antara lain:
- Sungai Pekapuran, yang juga dikenal sebagai Sungai Guring di Banjarmasin Tengah. Pengerjaan di lokasi ini mendapat dukungan penuh dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin.
- Sungai di sekitar Pulau Insan, Jalan Zapri Zamzam di Banjarmasin Tengah, juga menjadi perhatian khusus dan didukung oleh BWS Kalimantan III Banjarmasin.
Sinergi dan Dampak Jangka Panjang bagi Masyarakat
Upaya pembenahan sungai ini tidak hanya bertujuan untuk pengerukan semata, melainkan diarahkan untuk mengembalikan kapasitas aliran sungai secara keseluruhan. Ini merupakan bagian integral dari sistem pengendalian banjir yang lebih komprehensif, mencakup pengelolaan muka air serta dukungan infrastruktur pengendalian banjir lainnya. Kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti BWS Kalimantan III Banjarmasin, menunjukkan pendekatan terpadu dalam menghadapi tantangan lingkungan ini.
Bagi Banjarmasin, sungai memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar elemen lanskap kota. Sungai adalah nadi utama sistem tata air sekaligus ruang hidup yang vital bagi masyarakat. Dengan menjaga dan merevitalisasi sungai, pemerintah kota tidak hanya berinvestasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kualitas hidup dan keberlanjutan lingkungan bagi seluruh warga Banjarmasin, memastikan kota ini lebih tangguh dan nyaman untuk dihuni.


