Kalselinside.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, secara aktif mengerahkan personelnya untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah tetangga. Langkah ini mencakup wilayah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) sebagai bentuk dukungan kolaborasi lintas daerah dalam menanggulangi ancaman bencana yang dampaknya dapat meluas ke ibu kota provinsi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, menjelaskan bahwa partisipasi ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan langkah preventif untuk menekan kabut asap yang sering kali mencapai wilayah Banjarmasin akibat kebakaran di daerah sekitar. Fokus utama dari operasi ini adalah melakukan pengamanan pada titik-titik api yang posisinya sangat dekat dengan kawasan permukiman penduduk agar tidak membahayakan keselamatan warga.
Kronologi dan Skala Penanganan Kebakaran
Salah satu bukti nyata dari koordinasi lintas wilayah ini terjadi pada 22 September 2026. Saat itu, kebakaran lahan melanda kawasan Handil Bakti di Kabupaten Barito Kuala. Menindaklanjuti instruksi Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, regu 1 BPBD Kota Banjarmasin segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk bergabung dengan tim gabungan.
Kondisi api yang cukup besar menuntut keterlibatan berbagai elemen, termasuk personel Polresta Banjarmasin, tim Damkar Kota Banjarmasin, hingga relawan pemadam kebakaran setempat. Berdasarkan data sementara di lapangan, luas lahan yang terbakar di kawasan Handil Bakti tersebut mencapai sekitar 4,32 hektare. Hingga proses penanganan terakhir, tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman dan pengamanan agar api tidak merambat lebih jauh menuju rumah-rumah warga.
Pentingnya Koordinasi Lintas Wilayah
Husni Thamrin menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial oleh daerah tempat kejadian saja. Koordinasi antarwilayah menjadi kunci utama dalam mempercepat penanganan ketika bencana mulai meluas. BPBD Kota Banjarmasin terus menjalin komunikasi intensif dengan BPBD Kabupaten Banjar dan BPBD Kabupaten Barito Kuala untuk memastikan dukungan personel maupun logistik dapat disalurkan secara efektif sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Selain ancaman langsung dari jilatan api, dampak jangka panjang dari karhutla adalah penyebaran asap yang sangat mengganggu kesehatan masyarakat serta melumpuhkan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, sinergi lintas daerah dianggap sebagai strategi krusial untuk meminimalisir dampak lingkungan yang lebih besar.
Imbauan untuk Masyarakat
Mengingat kondisi cuaca yang kering dan rawan kebakaran, BPBD Banjarmasin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Warga diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan, baik untuk kepentingan pembersihan area maupun kegiatan lainnya. Selain itu, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar agar penanganan dini dapat segera dilakukan oleh tim di lapangan.


