Kalselinside.com — Pemerintah Kota Banjarmasin terus berupaya mencari solusi terbaik dalam menangani permasalahan sampah yang kian menantang. Walikota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk mengatasi besarnya volume sampah di wilayah tersebut. Masalah ini menjadi sorotan utama karena tingginya biaya operasional pengangkutan sampah yang harus ditanggung oleh pemerintah daerah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam kesempatan bincang santai di kanal YouTube resmi Bank Kalsel, Walikota mengungkapkan bahwa saat ini sebagian besar sampah dari Banjarmasin dialihkan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Banjar Bakula. Langkah ini terpaksa diambil karena TPA Basirih sedang dalam masa rehabilitasi. Ketergantungan pada TPA regional ini menuntut efisiensi tinggi, terutama karena kuota pengiriman sampah yang terus meningkat dari 100 ton menjadi 200 hingga 300 ton per hari.

Optimalisasi Fasilitas Daur Ulang dan Perubahan Kebiasaan

Pemerintah Kota Banjarmasin kini berfokus pada optimalisasi fasilitas Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) serta Pusat Daur Ulang (PDU). Melalui pemanfaatan fasilitas tersebut, sampah dari rumah tangga diharapkan dapat diproses terlebih dahulu sebelum dikirim ke TPA. Strategi ini ditargetkan mampu memangkas residu sampah hingga hanya menyisakan sekitar 20 hingga 25 persen untuk diangkut ke TPA Banjar Bakula.

“Sampah ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, tapi butuh kolaborasi dengan pengusaha, perhotelan, restoran, dan seluruh elemen masyarakat. Ayolah kita bahu-membahu melakukan pemilahan sampah dari sumbernya, agar Banjarmasin yang kita cintai ini bisa bersih, enak dipandang, serta mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera,” tegas Walikota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR.

H. Muhammad Yamin menyadari bahwa mengubah kebiasaan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan memulai pemilahan sampah dari rumah bukanlah proses instan. Meskipun mengakui tantangan tersebut cukup berat jika dibandingkan dengan negara yang memiliki kesadaran lingkungan tinggi seperti Jepang atau Singapura, ia tetap memberikan apresiasi kepada warga Banjarmasin yang kini mulai beradaptasi dengan sistem pemilahan sampah.

Evaluasi Petugas Kebersihan dan Inovasi Masa Depan

Terkait adanya keluhan warga mengenai petugas kebersihan yang mencampur kembali sampah organik dan non-organik di lapangan, pihak pemerintah berjanji akan melakukan evaluasi serta pengawasan yang lebih ketat. Perubahan perilaku tidak hanya dituntut dari masyarakat, namun juga harus diikuti oleh para petugas pengangkut di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) agar sistem pengelolaan sampah yang terpilah tetap konsisten hingga ke titik akhir.

Ke depannya, Pemerintah Kota Banjarmasin telah menyiapkan sejumlah rencana inovasi berkelanjutan. Beberapa opsi yang tengah dikaji secara mendalam meliputi pengolahan sampah menjadi biji plastik, pengembangan budidaya maggot, hingga pemanfaatan sampah sebagai Refuse Derived Fuel (RDF) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar industri semen. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk menutup seluruh TPS liar yang tersebar di sudut-sudut kota guna menata lingkungan menjadi lebih rapi dan sehat.

Dukungan Sektor Swasta untuk Lingkungan

Upaya kebersihan kota ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Kalsel. Bank daerah tersebut telah memberikan kontribusi nyata melalui penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan fasilitas bank sampah permanen. Selain bantuan fisik, Bank Kalsel juga menerapkan budaya kerja ramah lingkungan di lingkungan internal kantornya.

Langkah nyata tersebut diwujudkan dengan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai secara drastis di area perkantoran. Sebagai gantinya, karyawan kini didorong menggunakan amplop berbahan kertas dan diwajibkan membawa tumbler pribadi untuk kebutuhan minum sehari-hari. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sektor swasta lain dalam mendukung program pelestarian lingkungan di Banjarmasin secara konsisten.