Kalselinside.com — Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menjadi pusat pembelajaran bagi mahasiswa FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada Kamis (1/10/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan bertajuk “Legislative Tour 2026” yang digagas oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP ULM untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika legislatif kepada para civitas akademika.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK, didampingi Pimpinan Komisi II DPRD Kalsel, H. Jahrian, menyambut hangat kedatangan para mahasiswa tersebut. Kunjungan ini dipandang sebagai langkah positif dalam menjembatani kesenjangan antara kurikulum akademis di bangku kuliah dengan realitas lapangan yang dihadapi oleh para wakil rakyat di kantor pemerintahan.

Pentingnya Integrasi Teori dan Praktik

Dalam kesempatan tersebut, H. Supian HK menegaskan bahwa lingkungan kampus sebaiknya tidak hanya menjadi tempat untuk mendalami teori-teori politik, administrasi publik, maupun pemerintahan saja. Ia mendorong mahasiswa untuk lebih aktif memahami bagaimana seluruh konsep tersebut diimplementasikan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang sesungguhnya.

“Kampus bukan hanya tempat untuk mempelajari teori mengenai pemerintahan, politik, administrasi publik, dan kehidupan demokrasi, tetapi juga menjadi tempat untuk memahami bagaimana teori tersebut diterapkan dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK.

Penjelasan mengenai tiga fungsi pokok DPRD turut disampaikan secara gamblang oleh Supian HK. Ia merinci bahwa fungsi pembentukan peraturan daerah bertujuan sebagai landasan pembangunan, fungsi anggaran untuk menyusun APBD yang berpihak pada rakyat, serta fungsi pengawasan guna memastikan setiap kebijakan berjalan transparan dan akuntabel.

Ruang Dialog untuk Generasi Muda

Selain memberikan materi formal, pimpinan DPRD Kalsel membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk melakukan dialog interaktif. Supian HK berharap para peserta tidak hanya mengikuti kunjungan secara seremonial, melainkan mampu memanfaatkan momentum ini untuk berdiskusi, memberikan kritik yang membangun, serta menyampaikan aspirasi berdasarkan data yang objektif.

Ia juga berpesan kepada para mahasiswa agar senantiasa menjadi generasi yang kritis dan cerdas dalam menyaring informasi di tengah arus disinformasi. Bagi Supian HK, masa depan Kalimantan Selatan sangat bergantung pada kemampuan generasi muda dalam menyampaikan gagasan yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan fakta lapangan yang nyata.

Kegiatan Legislative Tour 2026 ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara pihak legislatif dan dunia kampus. Melalui interaksi langsung ini, diharapkan tumbuh hubungan harmonis yang mempererat sinergi dalam mencari solusi atas berbagai persoalan pembangunan daerah di masa depan, sekaligus mencetak kader-kader bangsa yang memahami esensi demokrasi dengan baik.