Kalselinside.com — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seharusnya tidak hanya berhenti pada seremoni perayaan semata, melainkan menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat ketaatan. Guru Haji Aspani Anshari menegaskan pentingnya menghidupkan kembali sunnah Rasulullah SAW dalam keseharian sebagai bukti nyata kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pesan ini disampaikan oleh Guru Aspani dalam tausyiah yang berlangsung di Masjid Al Falah, Komplek Bumi Pemurus Permai, Banjarmasin Selatan, pada Rabu (16/9/2026). Meskipun bulan Rabi’ul Awal telah berlalu, beliau menekankan bahwa esensi dari peringatan tersebut adalah konsistensi dalam mengamalkan ajaran dan perilaku yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW sepanjang tahun.

Pentingnya Mengamalkan Sunnah dalam Keseharian

Menurut Guru Aspani, salah satu sunnah yang sangat dianjurkan untuk terus dikembangkan adalah melaksanakan puasa sunnah tiga hari dalam setiap bulan. Praktik ini tidak hanya mendatangkan pahala yang berlipat ganda, yakni sepuluh kali lipat, tetapi juga berfungsi sebagai sarana efektif untuk melatih diri dalam mengendalikan hawa nafsu.

Beliau menyebutkan bahwa nafsu sering kali menjadi musuh yang paling berat bagi setiap individu, bahkan lebih kuat daripada godaan iblis. Tantangan terbesar dalam menjalankan puasa sunnah ini biasanya muncul pada rentang waktu antara pukul sembilan pagi hingga setelah waktu shalat Dzuhur, di mana godaan untuk membatalkan puasa terasa paling kuat bagi mereka yang belum terbiasa.

Menjaga Konsistensi Shalat Subuh Berjamaah

Selain puasa sunnah, Guru Aspani menyoroti fenomena perbedaan jumlah jamaah antara peringatan hari besar dengan shalat rutin di masjid. Beliau mencatat bahwa antusiasme umat sering kali memuncak saat perayaan Maulid, namun tidak diikuti dengan kehadiran yang sama saat menunaikan shalat Subuh berjamaah.

Shalat Subuh berjamaah merupakan amalan yang sangat dianjurkan berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Beliau memberikan ilustrasi mengenai pentingnya kesadaran beribadah, di mana terkadang faktor eksternal seperti imbalan materi masih menjadi pendorong bagi sebagian orang untuk hadir ke masjid. Namun, seharusnya niat utama dalam shalat berjamaah adalah karena ketaatan kepada perintah Allah SWT dan mengikuti sunnah Nabi.

Amalan Sunnah Lain yang Disarankan

Dalam kesempatan tersebut, Guru Aspani juga menekankan pentingnya mendawamkan shalat sunnah lainnya yang sangat dicintai oleh Allah SWT, yaitu shalat Witir dan shalat Dhuha. Beliau menyarankan agar umat Muslim menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat Witir sebelum tidur, meskipun hanya satu rakaat, serta menjaga shalat Dhuha minimal dua rakaat setiap harinya.

Pesan penutup dari beliau adalah agar umat Islam tidak membiarkan peringatan Maulid berlalu begitu saja tanpa meninggalkan bekas perubahan positif pada perilaku sehari-hari. Dengan menghidupkan sunnah-sunnah tersebut, diharapkan derajat keimanan dan ketakwaan umat dapat terus meningkat seiring berjalannya waktu, menjadikan ajaran Rasulullah SAW sebagai pedoman utama dalam menata kehidupan dunia dan akhirat.