Kalselinside.com — Pengurus Gabungan Istri Wakil Rakyat (GATRIWARA) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar aksi sosial yang menyentuh masyarakat luas pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan ini dilaksanakan tepat bertepatan dengan perayaan Hari Batik Nasional, sebuah momen penting untuk menghargai warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia.
Sebanyak 300 nasi kotak dibagikan secara langsung kepada warga yang berada di kawasan sekitar kantor DPRD Kalsel. Aksi ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi makanan, tetapi juga menjadi sarana bagi para pengurus untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat melalui semangat Jumat Berkah yang rutin dijalankan.
Semangat Kebanggaan Budaya dan Kepedulian Sosial
Dalam kegiatan tersebut, seluruh pengurus GATRIWARA Kalsel tampak kompak mengenakan pakaian batik. Penggunaan busana tradisional ini merupakan bentuk nyata dari kampanye GATRIWARA Bangga Berbatik, yang sekaligus ingin menanamkan rasa cinta terhadap identitas bangsa kepada khalayak umum.
Bendahara GATRIWARA Kalsel, Anisa Suripno, menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan perpaduan antara peringatan hari besar nasional dengan nilai-nilai kepedulian sesama. Menurutnya, langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari Jumat Berkah yang dikaitkan dengan momentum Hari Batik Nasional, di mana kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui aksi kepedulian yang sederhana,” ujar Anisa Suripno, Bendahara GATRIWARA Kalsel.
Lebih lanjut, Anisa menambahkan bahwa aksi ini mencerminkan komitmen para pengurus untuk terus mengambil peran dalam menebar kebaikan di tengah masyarakat. Dengan memadukan unsur budaya melalui batik dan nilai berbagi melalui sedekah, GATRIWARA Kalsel berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap sesama.
Kegiatan yang berlangsung di area depan dan belakang kantor dewan ini berjalan dengan tertib dan disambut baik oleh masyarakat setempat. Momen Hari Batik Nasional tahun ini pun terasa lebih bermakna dengan adanya aksi nyata yang menonjolkan kebersamaan, sekaligus melestarikan penggunaan batik sebagai identitas kebanggaan masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.


