Kalselinside.com — Peristiwa tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) mendatangkan duka mendalam bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Kapal yang sedang menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut mengalami musibah di tengah laut, memicu keprihatinan dari berbagai pihak atas keselamatan transportasi laut antar-pulau.
Salah satu korban dalam musibah ini teridentifikasi sebagai Mariana Dewi Nurlitasari (23), seorang warga Jalan Beramban, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Almarhumah dikenal aktif mengabdi di masyarakat sebagai Tenaga Sarjana Pendamping Pembangunan Pedesaan (SP3) di Desa Pemalongan, sehingga kepergiannya meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam bagi rekan kerja dan warga setempat.
Desakan Koordinasi Cepat dan Penanganan Korban
Menanggapi tragedi ini, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Haji Endang Agustina, menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Sebagai legislator yang juga berdomisili di Kabupaten Tanah Laut, ia meminta instansi terkait segera bergerak cepat dan berkoordinasi secara taktis untuk menangani dampak kecelakaan kapal ini.
Haji Endang menekankan pentingnya sinergi yang kuat antar-lembaga dalam melakukan pencarian, penyelamatan, serta penanganan para korban. Sinergi ini diharapkan melibatkan jajaran TNI, Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kementerian Perhubungan, serta instansi pendukung lainnya agar seluruh korban mendapatkan perhatian dan penanganan medis maupun logistik yang maksimal.
Audit Menyeluruh Standar Keselamatan Pelayaran
Selain fokus pada penanganan darurat korban, Haji Endang juga mendorong Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan sektor transportasi laut untuk segera melakukan audit dan evaluasi menyeluruh. Langkah ini sangat krusial guna memeriksa kelaikan armada laut serta penerapan standar keselamatan pelayaran secara ketat di Indonesia.
Menurutnya, evaluasi berkala dan audit ketat tidak boleh diabaikan demi memastikan keselamatan seluruh penumpang yang menggunakan jasa transportasi laut. Upaya preventif ini diharapkan dapat mengidentifikasi kelemahan sistem keselamatan saat ini dan mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang, sehingga transportasi laut nasional menjadi lebih aman dan tepercaya bagi publik.


