Kalselinside.com — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyoroti mendesaknya pemenuhan kebutuhan peralatan di UPTD Laboratorium Lingkungan. Langkah ini dinilai sangat strategis guna mengoptimalkan kembali capaian pendapatan daerah yang sempat mengalami perlambatan dalam beberapa tahun terakhir.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pembahasan mengenai program kerja serta kebutuhan anggaran untuk tahun anggaran 2027 tersebut berlangsung dalam rapat kerja di Ruang Komisi III DPRD Kalsel, Banjarmasin, pada Senin (27/7). Rapat tersebut mengevaluasi berbagai tantangan operasional yang dihadapi sejumlah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), mulai dari penurunan penerimaan hingga perlunya perbaikan serta modernisasi fasilitas.

Penyebab Melambatnya Pendapatan Laboratorium

Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan, Raudati Hildayati, mengungkapkan bahwa tren pendapatan di unit pelayanan tersebut mulai melambat sejak tahun 2024. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya, target pendapatan dari pengujian laboratorium selalu berhasil tercapai, bahkan melebihi target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Kondisi tersebut terjadi seiring dengan pesatnya pemenuhan fasilitas di daerah. Saat ini, seluruh kabupaten dan kota di wilayah Kalimantan Selatan telah memiliki laboratorium lingkungan sendiri. Selain itu, persaingan juga datang dari pihak laboratorium swasta yang didukung ketersediaan peralatan pengujian lebih canggih dan lengkap.

Peluang Pasar dan Strategi Integrasi Aset

Meski persaingan semakin ketat, Raudati menegaskan bahwa potensi pasar pengujian lingkungan masih sangat terbuka. Permintaan dari masyarakat maupun pihak industri untuk pengujian sampel udara dan tanah tercatat tetap tinggi. Namun, peluang besar ini belum dapat digarap secara maksimal karena terkendala peralatan yang belum memadai.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, UPTD Laboratorium Lingkungan berupaya memperkuat layanan melalui strategi integrasi aset. Pihaknya berencana mengambil alih aset laboratorium pengujian air dari UPTD Laboratorium Bahan Konstruksi. Selain itu, proses mutasi aset dari Laboratorium Kesehatan juga dirancang agar fungsi pelayanan pengujian dapat semakin optimal.

Dukungan Komisi III DPRD Kalsel di Banggar

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah, menegaskan bahwa pemenuhan peralatan di UPTD Laboratorium Lingkungan sangat layak mendapatkan perhatian serius pemerintah. Penambahan alat operasional ini dinilai berbanding lurus dengan potensi kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Selatan.

Menurut Mustaqimah, serapan anggaran dan kinerja pelayanan UPTD Laboratorium Lingkungan tergolong baik, sehingga membutuhkan dukungan sarana yang memadai. Komisi III berencana membawa usulan pergeseran alokasi anggaran ini ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalsel saat pembahasan APBD 2027 mendatang demi menopang kegiatan yang berdampak langsung pada penerimaan daerah.

Evaluasi UPTD Lainnya

Selain UPTD Laboratorium Lingkungan, Komisi III DPRD Kalsel juga menerima paparan program kerja dari UPTD lainnya, antara lain:

  • UPTD BPAM Regional Banjarbakula
  • UPTD Laboratorium Bahan Konstruksi
  • UPTD Laboratorium ESDM
  • UPTD Terminal Tipe B dan Trans Perkotaan
  • UPTD Pengelolaan TPAS dan Limbah B3

Hasil inventarisasi masalah dan pembahasan bersama seluruh UPTD tersebut akan menjadi bahan kerja utama Komisi III DPRD Kalsel saat memasuki tahapan pembahasan APBD 2027 di Banggar, dengan memprioritaskan program yang berdampak pada pelayanan publik serta peningkatan PAD.