Kalselinside.com — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin saat ini sedang aktif melakukan pencocokan data terhadap 22 orang penumpang yang berhasil diselamatkan dari kecelakaan tragis Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8. Langkah ini diambil setelah petugas menemukan bahwa puluhan nama penumpang selamat tersebut ternyata tidak tercantum di dalam daftar manifes resmi kapal yang dikirimkan dari pelabuhan asal di Surabaya.
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menjelaskan bahwa berdasarkan dokumen manifes pelayaran yang diperoleh dari Surabaya, jumlah total penumpang yang terdaftar seharusnya adalah 243 orang. Namun, kejanggalan mulai muncul setelah pihak berwenang melakukan pendataan ulang terhadap 108 korban selamat yang berhasil dievakuasi ke Banjarmasin, di mana 22 orang di antaranya tidak terdaftar dalam manifes tersebut.
Kronologi dan Detail Perbedaan Data Manifes
Dalam konferensi pers mengenai perkembangan operasi SAR hari kedelapan kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Heri Purwanto menyatakan bahwa pihaknya tengah berupaya keras menyelaraskan data tersebut. Proses pencocokan ini sangat penting untuk memastikan apakah ada selisih tambahan jumlah penumpang riil dari angka 243 orang, ataukah hanya terjadi kesalahan administratif dalam pencatatan identitas penumpang.
Salah satu faktor utama yang kini sedang dikonfirmasi oleh pihak KSOP adalah kemungkinan perbedaan penggunaan nama oleh penumpang. Ada dugaan kuat bahwa beberapa penumpang menggunakan nama panggilan atau nama alias saat membeli tiket dan terdaftar di manifes Surabaya, sedangkan saat didata ulang oleh petugas penyelamat di Banjarmasin, mereka menggunakan nama resmi sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP). Untuk memastikan hal tersebut, KSOP Banjarmasin terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak otoritas pelabuhan di Surabaya.
Update Operasi SAR dan Kondisi Korban KM Virgo
Hingga hari kedelapan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang berlangsung sampai hari Minggu pukul 22.00 Wita, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengonfirmasi telah menemukan total 118 korban. Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, sementara 10 orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada sekitar 125 orang penumpang yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan dari total manifes awal sebanyak 243 orang.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika KM Virgo Transport 8 yang mengangkut ratusan penumpang bertolak dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada tanggal 12 September 2026. Di tengah perjalanan, kapal dilaporkan terjebak cuaca buruk di tengah laut dan kehilangan kontak pada tanggal 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut kemudian ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi sudah terbalik di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa.
Implikasi Pentingnya Validitas Manifes Pelayaran
Ketidaksesuaian data manifes dengan kondisi riil di lapangan ini menjadi perhatian serius bagi otoritas keselamatan pelayaran. Validitas manifes kapal sangat krusial tidak hanya untuk prosedur keselamatan standar, tetapi juga untuk mempermudah proses identifikasi korban dan penyaluran santunan apabila terjadi musibah. Perbedaan data seperti ini berpotensi menghambat proses pencarian dan membingungkan keluarga korban yang menanti kepastian informasi di posko darurat.
Pihak KSOP Banjarmasin bersama tim gabungan berkomitmen untuk segera menyelesaikan verifikasi data ini agar seluruh korban, baik yang selamat maupun yang belum ditemukan, dapat teridentifikasi dengan jelas dan akurat. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pencatatan penumpang di pelabuhan keberangkatan juga diharapkan dapat ditingkatkan demi mencegah terulangnya permasalahan serupa di masa mendatang.


