Kalselinside.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, kembali mempertegas komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan narkotika di lingkungan hunian warga binaan. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pelaksanaan tes urine mendadak yang menyasar puluhan warga binaan secara acak guna memastikan lingkungan tetap steril dari barang terlarang.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Sabtu tersebut, sebanyak 56 warga binaan dipilih secara acak untuk menjalani pemeriksaan sampel urine. Prosedur ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan ketat yang dilakukan petugas untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan narkoba di dalam area lapas, sekaligus sebagai upaya preventif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum
Pelaksanaan tes urine ini tidak dilakukan secara mandiri oleh pihak lapas. Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan pendampingan langsung dari aparat penegak hukum (APH), yakni unsur TNI dan Polri. Kehadiran pihak eksternal ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian pemeriksaan berjalan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan prosedur operasional standar yang berlaku.
Sinergi antara petugas lapas dengan TNI-Polri menjadi poin krusial dalam memperkuat pengawasan. Hal ini membuktikan bahwa pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi lintas instansi untuk meminimalisir celah peredaran narkotika.
Hasil Pemeriksaan dan Komitmen Zero Halinar
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap 56 sampel urine tersebut, seluruhnya menunjukkan hasil negatif narkoba. Temuan ini memberikan indikasi positif bahwa para warga binaan yang diperiksa tidak terbukti menggunakan zat terlarang. Thoha menegaskan bahwa hasil ini merupakan capaian penting dalam mewujudkan lingkungan Lapas yang bersih.
Upaya ini merupakan bagian dari tekad besar Lapas Batulicin dalam mengimplementasikan kebijakan zero halinar, yakni lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba. Thoha menekankan bahwa narkoba tidak boleh memiliki ruang sedikit pun di dalam lingkungan pembinaan karena dapat merusak proses rehabilitasi warga binaan.
Dukungan Sektor Kesehatan
Dukungan terhadap program ini juga datang dari sektor kesehatan lapas. Yudha Pratama, petugas kesehatan Lapas Batulicin, menyatakan bahwa pemeriksaan urine adalah instrumen penting untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terjaga. Menurutnya, kesehatan fisik yang optimal adalah fondasi utama agar proses pembinaan dapat berjalan dengan maksimal.
Ke depannya, pihak Lapas Batulicin berencana untuk terus melakukan pengawasan secara konsisten dan berkelanjutan. Langkah-langkah pencegahan seperti tes urine mendadak akan terus menjadi agenda rutin guna menjaga keamanan serta kenyamanan lingkungan pembinaan bagi seluruh warga binaan dan petugas di lapangan.


