Kalselinside.com — Banjarmasin, yang dikenal luas dengan julukan Kota Seribu Sungai, terus mengoptimalkan potensi wisata air sebagai daya tarik utama bagi para pengunjung. Sungai bagi masyarakat setempat bukan sekadar bentang alam, melainkan urat nadi kehidupan yang telah menjadi pusat transportasi dan perdagangan sejak masa lampau. Kini, fungsi tersebut bertransformasi menjadi destinasi wisata unggulan yang menyajikan pengalaman unik bagi siapa saja yang ingin melihat denyut nadi kota dari sudut pandang yang berbeda.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Untuk mendukung geliat pariwisata tersebut, inovasi teknologi mulai diterapkan guna memberikan kenyamanan lebih bagi para wisatawan. Program AKSEL OTW yang digagas oleh Bank Kalsel menjadi salah satu upaya nyata dalam mempromosikan pesona wisata susur sungai sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai kemudahan transaksi non-tunai di destinasi wisata. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di sepanjang tepian sungai.

Menikmati Keindahan Kota dari Atas Air

Wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin dapat memulai perjalanan mereka dari kawasan Siring Menara Pandang. Dari titik ini, pengunjung akan diajak berkeliling menikmati suasana kota dan lanskap sungai yang ikonik. Pengalaman ini tersedia dari pagi hingga matahari terbenam, memberikan perspektif berbeda tentang bagaimana kehidupan masyarakat Banjarmasin tetap hidup dan berkarya sepanjang hari.

Daya tarik utama dari kegiatan ini adalah aksesibilitas harganya yang sangat terjangkau. Wisatawan hanya perlu mengeluarkan biaya mulai dari Rp10.000 untuk menikmati sensasi menyusuri sungai-sungai di Banjarmasin. Harga yang ramah di kantong ini menjadikan wisata susur sungai sebagai aktivitas wajib bagi siapa pun yang singgah di kota tersebut.

Transformasi Digital dan Dukungan bagi UMKM

Kehadiran sistem pembayaran digital melalui QRIS telah memberikan dampak positif bagi para pelaku wisata dan UMKM di sekitar kawasan sungai. Para pedagang kini dapat menerima pembayaran secara cepat, praktis, dan higienis tanpa perlu direpotkan dengan penyediaan uang kembalian dalam jumlah banyak. Hal ini tidak hanya mempermudah transaksi antara pembeli dan penjual, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional bagi pelaku usaha mikro.

Selain menikmati pemandangan, para wisatawan juga didorong untuk mengeksplorasi karya masyarakat sekitar, seperti mengunjungi rumah produksi kue khas Banjar atau menikmati hidangan lokal di Jukung Julak. Perjalanan eksplorasi ini semakin lengkap dengan adanya dukungan aplikasi perbankan mobile yang dirancang untuk mempermudah berbagai aktivitas keuangan pengguna.

Pemanfaatan teknologi perbankan modern, seperti aplikasi AKSEL by Bank Kalsel, kini menjadi solusi bagi masyarakat maupun wisatawan untuk memastikan kelancaran setiap transaksi selama berlibur. Dengan integrasi sistem digital, diharapkan sektor pariwisata di Banjarmasin tidak hanya sekadar menawarkan keindahan visual, tetapi juga memberikan pengalaman bertransaksi yang modern, aman, dan efisien bagi semua pihak yang terlibat.