Kalselinside.com — Penampilan impresif Timnas Indonesia saat menumbangkan Bangladesh dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026 pada Kamis (1/10) menyisakan kesan mendalam bagi para pemain. Salah satu sorotan utama dalam pertandingan tersebut adalah kemitraan apik antara Mitchell Baker dan Ole Romeny di lini serang Garuda.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan telak bagi Indonesia, Ole Romeny tampil sebagai motor serangan dengan mencatatkan total empat asis. Tiga dari empat umpan matang tersebut berhasil dikonversi menjadi gol oleh Mitchell Baker, sementara satu asis lainnya diberikan kepada Luke Vickery. Keberhasilan ini tidak lepas dari perubahan taktik yang diterapkan oleh pelatih John Herdman.

Transformasi Taktik John Herdman

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, melakukan eksperimen taktis dengan menggeser posisi beberapa pemain. Dalam laga tersebut, Mitchell Baker diplot sebagai penyerang tengah murni, sementara Ole Romeny diberikan peran lebih fleksibel sebagai pemain nomor 10. Strategi ini memungkinkan Ole untuk bergerak bebas, baik menusuk dari sisi sayap maupun masuk ke area kotak penalti lawan untuk menciptakan peluang.

Herdman menjelaskan bahwa timnya menerapkan transformasi dengan menempatkan tiga pemain nomor 10 secara bersamaan di fase tertentu. Selain Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen dan Calvin Verdonk juga diinstruksikan untuk menjalankan peran serupa guna menekan pertahanan lawan dan menciptakan ruang antarlini. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memecah konsentrasi pertahanan Bangladesh melalui kombinasi permainan yang rapat dan kecepatan dalam melakukan counter-press.

“Ole dan semua rekan-rekan di sekitar tampil sangat luar biasa. Saya rasa mereka yang berhak mendapatkan semua pujian karena, kalian tahu, saya hanya menyelesaikan tap-in dan dia yang melakukan semua kerja kerasnya. Sungguh menakjubkan,” ujar Mitchell Baker.

Pasca pertandingan, Mitchell Baker secara rendah hati menolak mengambil seluruh pujian atas gol-gol yang dicetaknya. Baginya, kontribusi rekan-rekan setim, terutama Ole Romeny, merupakan kunci utama di balik ketajamannya di depan gawang. Baker menegaskan bahwa dirinya hanyalah eksekutor yang memanfaatkan peluang hasil dari kerja keras kolektif yang dibangun oleh tim.

Hingga saat ini, Ole Romeny terus menunjukkan konsistensi performa yang gemilang bersama skuad Garuda. Tercatat, pemain tersebut telah mengemas tujuh gol dan enam asis dari 13 penampilannya berseragam Timnas Indonesia. Statistik ini menjadi bukti nyata pentingnya peran Romeny dalam skema permainan yang diusung oleh John Herdman untuk memperkuat daya gedor tim nasional di kancah internasional.