Kalselinside.com — Doa Qunut Subuh merupakan salah satu amalan yang sering dilakukan oleh umat Muslim saat melaksanakan sholat Subuh. Bacaan ini secara tradisi diamalkan pada saat i’tidal, tepatnya setelah bangun dari rukuk di rakaat kedua sebelum melakukan sujud. Praktik ini didasarkan pada riwayat dari Anas bin Malik RA yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut ketika sholat Subuh hingga beliau wafat, sebagaimana tercatat dalam riwayat HR Ahmad.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Secara bahasa, istilah qunut memiliki cakupan makna yang luas, mulai dari berdiri, tunduk, taat, diam, hingga doa. Dalam konteks istilah fiqih sholat, qunut merujuk pada nama doa khusus yang dibaca pada waktu tertentu saat posisi berdiri dalam sholat. Memahami esensi dan tata cara pengamalannya menjadi penting agar setiap Muslim dapat melaksanakan ibadah dengan keyakinan yang lebih mantap.

Bacaan Doa Qunut Subuh Panjang dan Pendek

Terdapat dua versi bacaan doa Qunut Subuh yang umum diamalkan, yakni versi panjang dan versi pendek. Keduanya memiliki keutamaan dan makna yang mendalam sebagai bentuk permohonan petunjuk, kesehatan, perlindungan, serta keberkahan dari Allah SWT.

1. Bacaan Doa Qunut Subuh Panjang

Berikut adalah bacaan lengkap doa qunut Subuh versi panjang:

اَللهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَاأَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَيُقْضَى عَلَيْكَ، فَاِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَيَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَاقَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ

Artinya: “Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Dan berilah padaku pengampunan sebagaimana pada mereka yang Engkau beri ampun. Dan peliharalah aku sebagaimana pada mereka yang Engkau pelihara. Dan berilah padaku keberkatan sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada mereka. Dan selamatkan aku dari mara bahaya yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan yang kena hukum. Maka sesungguhnya tidaklah hina pada mereka orang yang Engkau pimpin, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau. Maka bagi Engkau segala puji atas yang Engkau hukumkan. Aku mohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.”

2. Bacaan Doa Qunut Subuh Pendek

Jika Anda lebih memilih versi yang lebih ringkas, berikut adalah bacaan qunut Subuh pendek:

للّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan. Tolonglah aku di antara orang-orang yang Engkau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan. Karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi.”

Perbedaan Pandangan Ulama Mengenai Hukum Qunut

Dalam khazanah fiqih Islam, terdapat perbedaan pandangan di antara para ulama mengenai hukum membaca doa qunut pada sholat Subuh. Pemahaman terhadap perbedaan ini sangat penting untuk menumbuhkan sikap toleransi dalam beragama.

  • Mazhab Syafi’i dan Maliki: Kedua mazhab ini berpandangan bahwa membaca doa qunut saat sholat Subuh hukumnya adalah sunnah. Bahkan, dalam pandangan ulama Syafi’iyyah, jika seseorang tidak membaca qunut, maka disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi sebelum salam.
  • Mazhab Hanafi dan Hambali: Berbeda dengan pandangan di atas, mazhab Abu Hanifah dan Imam Ahmad berpendapat bahwa doa qunut subuh tidak termasuk dalam kategori sunnah.

Meskipun terdapat perbedaan pendapat tersebut, para ulama sepakat bahwa sholat Subuh yang dilakukan tanpa qunut tetap sah. Hal ini ditegaskan pula oleh para ulama masa kini, termasuk Buya Yahya, yang menekankan bahwa tidak membaca qunut tidak akan mempengaruhi keabsahan sholat Subuh seseorang.

Bagaimana Jika Tidak Hafal Doa Qunut?

Bagi yang belum menghafal doa qunut panjang maupun pendek, tidak perlu merasa khawatir atau meninggalkan doa tersebut saat i’tidal. Terdapat alternatif bacaan pengganti yang sangat baik dan bersumber dari Al-Qur’an, yaitu doa yang tercantum dalam surah Al-Baqarah ayat 201:

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Artinya: “Ya Allah, berilah kami kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhirat serta jauhkanlah kami dari siksa api neraka.”

Perbedaan Antara Qunut Subuh dan Qunut Nazilah

Selain qunut subuh, dikenal pula istilah qunut nazilah. Keduanya memiliki perbedaan mendasar dari segi tujuan dan waktu pelaksanaannya. Qunut subuh secara spesifik dibaca pada sholat Subuh. Sementara itu, qunut nazilah diamalkan pada rakaat terakhir setiap sholat fardhu saat i’tidal ketika terjadi musibah atau kondisi darurat yang menimpa umat Islam.

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Nabi SAW pernah membaca doa qunut nazilah selama satu bulan penuh sebagai respons atas tragedi terbunuhnya para ahli Al-Qur’an. Dengan memahami perbedaan ini, umat Muslim dapat menempatkan kedua amalan tersebut sesuai dengan konteks dan kebutuhan ibadahnya masing-masing secara tepat.”
masing.