Kalselinside.com — PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memberikan klarifikasi resmi mengenai peristiwa kecelakaan lalu lintas maut yang melibatkan satu unit mobil tangki dan mobil pikap di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Pihak manajemen memastikan bahwa kendaraan tangki berwarna biru putih yang menabrak rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebut bukan merupakan armada operasional milik Pertamina.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepastian tersebut diperoleh setelah manajemen perusahaan melakukan penelusuran data internal secara menyeluruh pasca-insiden. Mobil tangki yang terlibat insiden nahas itu dikonfirmasi tidak memiliki catatan aktivitas maupun pendaftaran resmi dalam sistem operasional pendistribusian energi Pertamina.

Penelusuran Internal dan Pernyataan Pertamina

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah lalu lintas yang merenggut nyawa para korban. Pihaknya menyatakan prihatin atas duka mendalam yang dialami oleh seluruh keluarga korban.

Edi menjelaskan hasil temuan awal dari penelusuran internal yang dilakukan oleh jajaran manajemen Pertamina:

  • Kendaraan tangki yang terlibat kecelakaan tidak terdaftar sebagai armada operasional Pertamina.
  • Mobil tangki tersebut tidak tercatat melakukan aktivitas pelayanan maupun pengisian BBM di Terminal Pertamina mana pun.
  • Pihak Pertamina mendukung penuh proses hukum dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada kepolisian.

“Dari penelusuran internal kami, kendaraan tersebut tidak terdaftar sebagai armada operasional milik Pertamina dan tidak tercatat melakukan aktivitas pelayanan di terminal pertamina,” tegas Edi saat memberikan keterangan resmi.

Edi menambahkan bahwa manajemen terus menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan status kepemilikan armada kendaraan tersebut. Seluruh proses penyelidikan hukum diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian guna mengungkap fakta kepemilikan serta penanganan hukum lebih lanjut.

Kronologi Kecelakaan Maut di Tanah Bumbu

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian, peristiwa kecelakaan maut ini terjadi di Jalan Alternatif Banjarbaru-Batulicin, wilayah Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada Sabtu siang. Insiden fatal tersebut mengakibatkan sebanyak tujuh orang meninggal dunia di lokasi kejadian maupun saat penanganan medis.

Kapolsek Mantewe AKP Kusnin mengungkapkan kronologi singkat di balik tabrakan tragis tersebut. Peristiwa bermula ketika mobil tangki berwarna biru putih melaju di jalur tersebut, kemudian mendadak kehilangan kendali hingga oleng dan masuk ke lajur sebelah kanan jalan.

Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan di lajur kanan, melintas sebuah mobil pikap yang mengangkut rombongan mahasiswa KKN. Mobil pikap yang diketahui merupakan milik Desa Irigasi Batulicin itu sedang melaju membawa para mahasiswa yang berencana mengisi waktu liburan menuju ke kawasan Sungai Alut, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu.

Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan keras antarkendaraan tidak dapat dihindarkan. Akibat hantaman tersebut, pengemudi mobil tangki berinisial MI dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Pengemudi mobil pikap yang merupakan anggota Karang Taruna Desa Irigasi Batulicin juga menghembuskan napas terakhirnya akibat cedera berat.

Daftar Korban Meninggal dan Luka-luka

Kecelakaan maut di jalur alternatif ini merenggut total tujuh nyawa dan menyebabkan satu korban mengalami luka-luka. Lima di antara korban tewas merupakan mahasiswa peserta program KKN yang berasal dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalsel dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Berikut adalah rincian identitas ringkas para korban dalam musibah tragis tersebut:

  • Sopir Mobil Tangki: MI (meninggal dunia di lokasi kejadian).
  • Sopir Mobil Pikap: Anggota Karang Taruna Desa Irigasi Batulicin (meninggal dunia).
  • Mahasiswa KKN (Meninggal Dunia):
    • NIJ (22 tahun)
    • NAS (21 tahun)
    • VAS (22 tahun)
    • ACR (21 tahun)
    • MR (20 tahun)
  • Korban Luka-luka: MFH (22 tahun), langsung dievakuasi dan dilarikan ke RS Marina untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasus kecelakaan maut yang menimpa rombongan mahasiswa KKN ini kini ditangani sepenuhnya oleh aparat kepolisian setempat guna mengusut penyebab pasti hilangnya kendali mobil tangki serta memperjelas status kepemilikan kendaraan tersebut.