Kalselinside.com — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong tengah gencar mengembangkan industri gula aren berbasis agroforestri di Provinsi Sulawesi Utara. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional mereka.
Melalui sebuah inisiatif berkelanjutan yang dinamakan Program Segaris Pelangi, PGE Area Lahendong berupaya mensinergikan kegiatan operasional energi panas bumi dengan pemberdayaan komunitas lokal. Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi komoditas lokal, tetapi juga pada perlindungan keanekaragaman hayati secara menyeluruh di wilayah tersebut.
Penerapan Sistem Agroforestri untuk Pelestarian Lingkungan
Konsep agroforestri yang diterapkan dalam program ini mengombinasikan budidaya tanaman aren dengan vegetasi alami hutan. Dengan metode ini, pemanfaatan lahan untuk aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan dengan upaya konservasi alam tanpa merusak ekosistem yang sudah ada sebelumnya.
Melalui pendekatan tersebut, naungan dan vegetasi asli hutan tetap dipertahankan dengan baik. Hal ini sangat penting untuk menjaga fungsi ekologis kawasan hutan, seperti menjaga kualitas resapan air dan mencegah terjadinya erosi tanah di sekitar wilayah kerja operasional energi panas bumi.
“Kami terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan upaya perlindungan lingkungan. Salah satunya melalui Program Segaris Pelangi, yakni strategi pengembangan Industri Gula Aren Berbasis Agroforestri,” ujar General Manager PGE Area Lahendong Yanuaris Dwi Cahyono.
Yanuaris menjelaskan bahwa pengembangan energi panas bumi yang ramah lingkungan harus selalu berjalan berdampingan dengan perlindungan alam dan pemberdayaan masyarakat. Baginya, keberlanjutan operasional sangat bergantung pada bagaimana perusahaan mampu memberikan manfaat nyata bagi ekosistem dan warga setempat.
Realisasi Program Segaris Pelangi di Sulawesi Utara
Berdasarkan data yang tercantum dalam Dokumen Ringkasan Kinerja Pengelolaan Lingkungan (DRKPL), implementasi nyata dari Program Segaris Pelangi ini telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Sebanyak 789 individu tanaman aren kini telah berhasil dikembangkan di atas lahan dengan luas mencapai 6,7 hektare.
Tanaman aren dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat Sulawesi Utara, khususnya dalam memproduksi gula aren berkualitas. Di sisi lain, pohon aren juga dikenal memiliki sistem perakaran yang sangat kuat, sehingga sangat baik untuk menjaga struktur tanah dan mendukung kelestarian cadangan air tanah di kawasan tangkapan air.
Melalui pengelolaan berbasis agroforestri ini, PGE Area Lahendong berharap dapat membuka peluang ekonomi baru bagi para petani aren lokal. Hasil sadapan air nira dari pohon aren yang dikembangkan tersebut nantinya dapat diolah menjadi produk gula aren bernilai jual tinggi, sehingga mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga secara mandiri.
Sinergi Keberlanjutan Energi dan Kesejahteraan Sosial
Pelaksanaan program lingkungan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan. Keterlibatan aktif dari pemerintah daerah, komunitas petani, serta elemen masyarakat lainnya menjadi kunci utama agar program pelestarian lingkungan ini dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dengan mengintegrasikan perlindungan keanekaragaman hayati, keterlibatan aktif masyarakat, serta pengembangan potensi ekonomi lokal, PGE Area Lahendong membuktikan bahwa operasional energi bersih dapat menjadi motor penggerak bagi kesejahteraan sosial. Langkah nyata ini memperkuat komitmen industri panas bumi sebagai pilar pembangunan yang ramah lingkungan dan bersahabat dengan masyarakat sekitar.


