Kalselinside.com — Sholat istikharah merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim saat dihadapkan pada kebimbangan atau keraguan dalam menentukan suatu pilihan. Ketika seseorang harus memutuskan perkara penting, seperti masalah jodoh, karier, pendidikan, atau keputusan besar lainnya dalam hidup, memohon petunjuk langsung kepada Allah SWT menjadi langkah utama agar hati menjadi mantap dan langkah yang diambil berada dalam koridor syariat.
Ibadah ini bukan sekadar ritual untuk memilih perkara yang benar, melainkan sebuah bentuk penyerahan diri secara total atas segala keterbatasan pengetahuan manusia. Dengan melaksanakan sholat istikharah, seseorang mengakui bahwa hanya Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang gaib, sedangkan manusia memiliki keterbatasan dalam melihat dampak jangka panjang dari sebuah keputusan yang diambil saat ini.
Hakikat dan Tujuan Sholat Istikharah
Penting untuk dipahami bahwa sholat istikharah ditujukan untuk memilih perkara yang masih samar nilai baik-buruknya di antara dua hal yang mubah atau dibolehkan secara syariat. Ibadah ini tidak digunakan untuk menentukan pilihan antara perkara yang sudah jelas halal-haramnya, atau membedakan antara kewajiban agama dengan perbuatan maksiat. Tujuan utamanya adalah memohon keteguhan hati dan bimbingan agar setiap keputusan tetap selaras dengan ketentuan agama.
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali manusia terjebak pada keinginan nafsu semata. Melalui istikharah, seorang hamba diajak untuk melepas ego dan keinginan pribadi, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Jika suatu urusan memang baik bagi agama, kehidupan, dan masa depan, maka Allah akan memudahkan jalannya. Sebaliknya, jika urusan tersebut membawa keburukan, Allah akan menjauhkan hamba-Nya dari perkara tersebut.
Waktu Utama Pelaksanaan
Meskipun pada dasarnya sholat istikharah dapat dikerjakan kapan saja di luar waktu-waktu yang dilarang untuk sholat, waktu yang paling utama adalah pada sepertiga malam terakhir. Pelaksanaannya sangat dianjurkan untuk dirangkaikan setelah sholat tahajud. Suasana malam yang hening, tenang, dan jauh dari hiruk-pikuk kesibukan duniawi akan membantu seseorang untuk lebih khusyuk dalam bermunajat dan memohon petunjuk kepada Sang Pencipta.
Niat Sholat Istikharah
Secara teknis, gerakan dan rukun sholat istikharah sama persis dengan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya. Perbedaan utama terletak pada niat yang dilafalkan di dalam hati maupun secara lisan. Berikut adalah bacaan niat sholat istikharah:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْإِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى، اَللّٰهُ أَكْبَرُ
Ushalli sunnatal istikharati rak’ataini lillahi ta’ala. Allahu akbar.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar.”
Setelah melakukan takbiratul ihram, sholat dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan tata cara yang sama seperti sholat sunnah lainnya hingga salam. Setelah selesai, dianjurkan untuk membaca tahmid, sholawat kepada Nabi SAW, lalu memanjatkan doa istikharah dengan penuh keyakinan.
Doa Sholat Istikharah
Doa istikharah merupakan inti dari ibadah ini. Berikut adalah bacaan doa yang disunnahkan:
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ
Allāhumma innī astakhīruka bi’ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as’aluka min fadhlikal-‘azhīm, fa innaka taqdiru wa lā aqdiru, wa ta’lamu wa lā a’lamu, wa anta ‘allāmul-ghuyūb. Allāhumma in kunta ta’lamu anna hādzal-amra khairun lī fī dīnī wa ma’āsyī wa ‘āqibati amrī faqdurhu lī wa yassirhu lī tsumma bārik lī fīh, wa in kunta ta’lamu anna hādzal-amra syarrun lī fī dīnī wa ma’āsyī wa ‘āqibati amrī fashrifhu ‘annī washrifnī ‘anhu waqdur liyal-khaira haitsu kāna tsumma ardhīnī bih.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, memohon kemampuan dengan kodrat-Mu, dan memohon karunia-Mu yang agung. Sungguh Engkau Maha Berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkaulah Yang Mengetahui segala yang gaib. Ya Allah, apabila Engkau tahu bahwa urusan ini baik bagiku, bagi agamaku, kehidupanku, serta kesudahan urusanku, maka takdirkanlah dan mudahkanlah ia untukku, lalu berikanlah keberkahan di dalamnya. Namun jika Engkau tahu urusan ini buruk bagiku, bagi agamaku, kehidupanku, serta kesudahan urusanku, maka jauhkanlah urusan itu dariku dan palingkanlah aku darinya, takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun kebaikan itu berada, kemudian jadikanlah aku orang yang rida menerimanya.”
Amalan Pendukung Sebelum Beristikharah
Agar hati lebih tenang dan siap menerima petunjuk, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum menunaikan sholat istikharah:
- Memperbanyak sedekah dan melakukan berbagai amal saleh.
- Melaksanakan puasa sunnah jika dirasa mampu, guna menjaga hawa nafsu.
- Memperbanyak bacaan istighfar sebagai bentuk pembersihan diri dari dosa-dosa yang mungkin menghalangi dikabulkannya doa.
- Memantapkan niat yang tulus semata-mata karena Allah SWT, bukan karena mengikuti saran orang lain atau sekadar ikut-ikutan.
- Berusaha menjaga kekhusyukan mulai dari takbiratul ihram hingga salam selesai dilaksanakan.
Melalui langkah-langkah di atas, seorang muslim diharapkan dapat merasakan ketenangan batin dalam mengambil keputusan. Jawaban dari istikharah tidak selalu datang melalui mimpi, melainkan sering kali berupa kemudahan dalam urusan tersebut atau justru munculnya hambatan yang menghalangi urusan yang memang tidak baik bagi diri kita. Kuncinya adalah bersabar dan berprasangka baik atas keputusan Allah SWT. Wallahu a’lam.


