Kalselinside.com — Tuan Guru Haji Madyan Noor Mar’ie memberikan pesan penting bagi kaum perempuan dalam tausyiah yang berlangsung di Masjid Assa’adah, Komplek Beruntung Jaya, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan bahwa menjaga harga diri dan kesucian merupakan fondasi utama bagi martabat seorang perempuan, terutama bagi mereka yang berstatus janda.
Pesan ini disampaikan di tengah kajian sejarah atau munakib Rasulullah Muhammad SAW. Tuan Guru Madyan menyoroti pentingnya karakter yang kuat agar perempuan tidak mudah kehilangan kehormatannya. Ia mengingatkan agar setiap individu menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari agar tetap terjaga dari hal-hal yang dapat merendahkan martabat diri sendiri.
“Menjaga harga diri dan kesucian itu penting bagi perempuan, terlebih seorang janda. Ujar urang Banjar jangan kijil atau bertingkah mencari laki-laki,” ujar Tuan Guru Madyan Noor Mar’ie.
Dalam kajiannya, beliau merujuk pada sosok Siti Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah SAW. Meskipun Khadijah menikah dengan Rasulullah dalam status janda, beliau dikenal luas oleh masyarakat Quraisy dengan gelar At-Thahirah. Gelar tersebut memiliki arti sebagai wanita yang suci, bersih, mulia, serta senantiasa terlindungi dari perilaku maksiat maupun kehinaan.
Teladan Kejujuran dan Martabat
Tuan Guru Madyan, yang merupakan keponakan dari almarhum KH Idham Chalid, menjelaskan bahwa sosok Siti Khadijah adalah representasi wanita bangsawan dan hartawan yang tetap menjaga kehormatan diri. Meskipun ia adalah seorang pengusaha sukses, Khadijah tidak bersikap genit atau mencari perhatian laki-laki secara berlebihan sebelum akhirnya dipersunting oleh Nabi Muhammad SAW.
Kisah ini menjadi pelengkap dari sejarah Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan gelar Al Amin atau orang yang terpercaya. Kejujuran Baginda Rasul dalam berniaga ke Negeri Syam, sebagaimana diceritakan oleh pembantu Khadijah yang bernama Maisarah, menjadi alasan utama Khadijah memberikan kepercayaan penuh kepada Nabi untuk mengelola perniagaannya hingga meraih keuntungan besar.
Hikmah Pernikahan dan Syariat
Dalam pembahasan tersebut, Tuan Guru Madyan juga memberikan pandangan mengenai etika dalam hubungan antarmanusia. Menurutnya, perempuan yang melamar laki-laki dalam Islam bukanlah tindakan tabu atau terlarang selama dilakukan sesuai dengan koridor syariat yang berlaku. Hal ini menunjukkan bahwa Islam memberikan ruang bagi perempuan untuk berinisiatif, selama tetap menjaga kehormatan.
Melalui kisah masa muda Rasulullah saat berusia 25 tahun, beliau mengajak jamaah untuk memetik hikmah bahwa keberhasilan dalam segala hal, termasuk perniagaan, harus senantiasa berpijak pada kejujuran. Nasihat ini diharapkan menjadi pengingat bagi warga Banjarmasin, khususnya kaum perempuan, untuk meneladani sifat mulia para pendahulu dalam menjaga integritas dan kesucian diri di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis.


