Kalselinside.com — Seorang wisatawan domestik asal Kalimantan Timur harus mengalami pengalaman pahit saat sedang berlibur di Kota Bandung. Ia menjadi korban aksi penjambretan di Jalan Lengkong Besar, No 47, Kelurahan Cikawao, Kecamatan Lengkong, pada Rabu (29/7) sekitar pukul 05.19 WIB. Kejadian ini sempat menyita perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kronologi Kejadian Penjambretan

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, peristiwa bermula ketika korban berinisial ISYN hendak mencari obat-obatan di apotek terdekat. Saat itu, korban baru saja keluar dari hotel tempatnya menginap di kawasan Jalan Lengkong. Untuk memandu arah, korban berjalan kaki sambil memegang ponselnya untuk melihat aplikasi Google Maps.

Dalam kondisi jalan yang masih cukup sepi, tiba-tiba seorang pria yang mengendarai sepeda motor matic berwarna putih memepet korban. Tanpa membuang waktu, pelaku langsung merampas ponsel yang sedang digenggam oleh korban. Korban yang terkejut sempat berteriak “jambret-jambret” dan berusaha mengejar pelaku, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena pelaku berhasil melarikan diri dengan cepat.

Tindakan Pihak Kepolisian

Kapolsek Lengkong, AKP Aldy Lazuardy, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiil berupa satu unit ponsel dengan nilai taksiran mencapai Rp12,5 juta.

Unit Reskrim Polsek Lengkong kini tengah melakukan serangkaian penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku. Beberapa langkah yang telah diambil kepolisian di antaranya:

  • Meminta keterangan dari korban serta saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
  • Melakukan pengecekan rekaman CCTV di sepanjang jalur Jalan Lengkong Besar untuk melacak rute pelarian pelaku.
  • Menganalisis pola kejadian guna memetakan tingkat kerawanan di kawasan tersebut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar selalu waspada saat menggunakan perangkat elektronik di tempat terbuka, terutama pada jam-jam rawan. Keamanan bagi wisatawan menjadi prioritas agar kenyamanan berlibur di Kota Bandung tetap terjaga. Hingga saat ini, kasus pencurian dengan kekerasan tersebut masih dalam penanganan unit terkait untuk segera diselesaikan sesuai hukum yang berlaku.