Kalselinside.com — Kelahiran seorang anak merupakan anugerah yang sangat berharga bagi setiap orang tua. Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia tersebut, umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan ibadah aqiqah. Aqiqah bukan sekadar prosesi penyembelihan hewan, melainkan momen spiritual yang penting untuk memohonkan kebaikan, keberkahan, serta perlindungan bagi masa depan sang buah hati.
Secara syariat, aqiqah diartikan sebagai penyembelihan hewan berupa kambing atau domba yang dirangkaikan dengan pemotongan rambut bayi pada hari yang telah ditentukan. Ibadah ini memiliki kedudukan yang mulia karena menjadi sarana bagi orang tua untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus mendoakan keselamatan anak sejak dini. Meskipun tidak ada doa khusus yang baku dari Rasulullah SAW, orang tua sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa-doa baik untuk kebaikan sang anak kapan pun, terutama saat prosesi ini berlangsung.
Dalil dan Hukum Pelaksanaan Aqiqah
Hukum melaksanakan aqiqah dalam Islam adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Anjuran ini didasarkan pada hadits-hadits shahih yang menjelaskan bahwa setiap anak memiliki keterikatan dengan aqiqahnya. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap anak tergadai dengan aqiqahnya yang disembelihkan pada hari ketujuh, disertai dengan mencukur rambut dan memberikan nama yang baik bagi sang anak.
Praktik ini pun telah dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW kepada cucu beliau, Hasan dan Husain. Dengan mengikuti sunnah ini, orang tua tidak hanya menjalankan perintah agama tetapi juga meneladani kebiasaan Rasulullah dalam menyambut kelahiran anggota keluarga baru. Pelaksanaan aqiqah yang sesuai dengan tuntunan akan membawa ketenangan batin serta harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang shalih dan bertaqwa.
Bacaan Doa Aqiqah untuk Anak
Saat prosesi aqiqah dilakukan, orang tua dapat melantunkan doa-doa agar anak senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Salah satu doa yang bisa diamalkan adalah memohon perlindungan dari gangguan setan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk.”
Selain doa perlindungan, orang tua juga dapat memanjatkan doa untuk keselamatan, keberkahan akhlak, serta ilmu yang bermanfaat bagi anak:
اللهم احْفَظْهُ مِنْ شَرِّالْجِنِّ وَالْإِنسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُوْدَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ أَلنَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِهَا عَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتَنَا مِنْ حُقُوْقِ رُبُوْبِيَّتِكَ الْكَرِيْمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اللهم اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ وَلَا تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَ الظُّلْمِ وَالطُّغْيَانِ
Artinya: “Ya Allah, jagalah dia dari kejelekan jin, manusia, ummi shibyan (gangguan makhluk halus pada bayi), serta segala kejahatan dan maksiat. Jadikanlah kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an.”
Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah Sesuai Syariat
Untuk melaksanakan aqiqah secara tepat, terdapat beberapa tahapan yang perlu diperhatikan orang tua agar ibadah ini sah dan mendatangkan keberkahan. Pertama, niatkanlah ibadah ini semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT. Kedua, perhatikan jumlah hewan; untuk anak laki-laki disunnahkan dua ekor kambing, sementara anak perempuan satu ekor kambing yang sepadan.
Proses penyembelihan disarankan dilakukan oleh seseorang yang memahami syariat, meskipun ayah anak tersebut dianjurkan untuk menyembelihnya sendiri jika mampu. Saat menyembelih, disunnahkan untuk membaca doa:
باسم الله والله أكبر. اللهم لك وإليك هذه عقيقة فلان
Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, ini milik-Mu dan untuk-Mu. Ini adalah aqiqah untuk si fulan (sebutkan nama anak).”
Setelah penyembelihan, rangkaian ibadah berlanjut pada mencukur rambut bayi pada hari ketujuh. Rambut tersebut sebaiknya ditimbang, lalu nilai beratnya disedekahkan dalam bentuk perak atau emas. Selain itu, pemberian nama yang bermakna baik sangat dianjurkan karena nama tersebut merupakan doa yang akan dipanggil hingga hari kiamat. Terakhir, daging aqiqah dapat dibagikan kepada kerabat maupun fakir miskin, baik dalam kondisi mentah maupun sudah dimasak, guna mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan kepada sesama.


