Kalselinside.com — Keseimbangan antara doa dan ikhtiar menjadi perhatian penting dalam ajaran Islam agar kehidupan seorang Muslim tetap berjalan rasional serta penuh keberkahan. Hal tersebut disampaikan oleh ulama Kalsel, Guru Haji Saiful Anshari, saat memberikan tausyiah keagamaan di hadapan jamaah usai pelaksanaan Shalat Subuh.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam ceramahnya di Masjid Assa’adah, Komplek Beruntung Jaya, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Guru Saiful mengingatkan kaum Muslim agar senantiasa menyesuaikan antara doa yang dipanjatkan dengan ikhtiar nyata yang dilakukan sehari-hari. Menurutnya, ketidaksesuaian antara permohonan doa dan usaha yang dijalankan dapat mencerminkan sikap yang kurang beradab sekaligus tidak rasional.

Pentingnya Keselarasan Doa dan Usaha Nyata

Guru Saiful menjelaskan bahwa dari sudut pandang ilmu Tauhid atau ilmu ketuhanan, segala sesuatu memang berada dalam kekuasaan Allah SWT, sehingga wujudnya bisa jadi ada atau tiada. Namun, sebagai manusia, setiap Muslim dituntut untuk memiliki adab dalam memohon dan berusaha secara seimbang.

Apabila seseorang berdoa mengharapkan suatu hasil tetapi tindakan atau ikhtiarnya bertolak belakang dari apa yang dipintanya, hal itu dinilai kurang etis dan tidak rasional. Oleh karena itu, ikhtiar yang sungguh-sungguh harus mengiringi setiap doa agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai sesuai dengan keselarasan ajaran.

Memiliki Dunia Tanpa Mencintainya secara Berlebihan

Selain menekankan keselarasan doa dan usaha, ulama yang pernah menuntut ilmu agama di Tanah Jawa ini juga memberikan nasihat mendalam terkait kehidupan dunia dan akhirat. Ia mengimbau umat Islam agar tidak terlalu mencintai dunia hingga melupakan kehidupan akhirat.

Ia menegaskan bahwa akhirat memiliki kedudukan yang jauh lebih utama dibandingkan dunia. Meski demikian, hal ini bukan berarti umat Islam harus meninggalkan urusan keduniaan secara total. Pesan utamanya adalah membolehkan umat untuk memiliki fasilitas duniawi, namun jangan sampai menanamkan rasa cinta yang berlebihan di dalam hati.

Guru Saiful menekankan beberapa poin penting bagi kaum Muslim dalam kehidupan sehari-hari:

  • Menyesuaikan ikhtiar lahiriah dengan doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT.
  • Menjaga adab dan rasionalitas dalam berproses mencapai cita-cita.
  • Menjadikan dunia sebagai sarana pendukung, bukan tujuan utama hidup.
  • Tidak mengukur atau menilai urusan akhirat dengan tolok ukur keduniaan semata.

Penegasan tersebut menjadi peringatan penting bahwa mengukur urusan akhirat menggunakan standar atau parameter duniawi merupakan sebuah kekeliruan. Dengan memahami hakikat dunia dan akhirat secara tepat, seorang Muslim diharapkan mampu menjalani kehidupan secara seimbang, berikhtiar secara optimal, dan tetap berpegang teguh pada niat beribadah.